Jakarta (ANTARA) - Penurunan produksi kolagen seiring bertambahnya usia dapat memengaruhi elastisitas dan struktur kulit. Kondisi tersebut mendorong pengembangan perawatan estetika yang tidak hanya berfokus pada penampilan, tetapi juga menstimulasi proses regenerasi alami tubuh.
“Saat memilih stimulator kolagen, keamanan adalah prioritas utama. Secara pribadi, saya selalu memperhatikan sertifikasi yang dimiliki oleh suatu produk,” kata Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika dr. Deasy Lius, Sp.DVE, dalam keterangannya pada Kamis.
Kolagen merupakan protein yang berperan penting dalam menjaga kekuatan dan elastisitas kulit. Seiring proses penuaan, produksi kolagen secara alami menurun sehingga kulit dapat mengalami perubahan, seperti berkurangnya kekenyalan dan munculnya kerutan.
Baca juga: 8 cara memperbaiki "skin barrier" yang rusak agar kulit kembali sehat
Baca juga: Tradisi lulur keraton dikenalkan kembali kepada generasi muda
Salah satu pendekatan dalam kedokteran estetika adalah penggunaan bahan biostimulator yang dirancang untuk merangsang pembentukan kolagen. Pendekatan ini bertujuan mendukung perbaikan kualitas kulit secara bertahap, meskipun hasilnya dapat berbeda pada setiap individu bergantung pada kondisi kulit dan respons tubuh terhadap perawatan.
Pengembangan teknologi biomaterial juga menjadi bagian dari upaya memahami proses penuaan dan mencari pendekatan perawatan yang sesuai dengan kebutuhan pasien. Namun, efektivitas dan keamanan setiap metode perlu dinilai berdasarkan bukti klinis yang tersedia, termasuk manfaat yang diharapkan, potensi efek samping, dan kesesuaian penggunaannya bagi pasien.
Penggunaan bahan biostimulator melalui prosedur injeksi memerlukan penilaian tenaga medis yang kompeten. Konsultasi sebelum tindakan diperlukan untuk menentukan kondisi pasien, tujuan perawatan, serta kemungkinan risiko yang menyertainya.
Dalam perkembangan terbaru, perusahaan bioteknologi asal Swedia, Nordberg Medical, meluncurkan Julaine of Sweden, produk injeksi berbasis poly-L-lactic acid (PLLA) yang dirancang untuk merangsang pembentukan kolagen, di Indonesia pada 2026. Perusahaan tersebut menyebut produk itu meraih penghargaan Best Regenerative Aesthetics Solution dalam ajang AMWC 2026.
"Julaine memiliki profil keamanan yang kuat, dan saya sangat mengapresiasi upaya Nordberg Medical dalam meraih sertifikasi EU MDR serta mengupayakan persetujuan dari US FDA. Hal ini mencerminkan komitmen mereka terhadap kualitas dan keselamatan pasien," kata dr. Deasy.
Baca juga: Dokter tekankan keamanan dalam pemilihan stimulator kolagen
Baca juga: Pentingnya membersihkan wajah sebelum pakai produk perawatan kulit
Baca juga: 7 urutan skincare pagi yang tepat untuk kulit sehat
Pewarta: Ida Nurcahyani
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Ida Nurcahyani
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira