Madrid (ANTARA) - Pemerintah Spanyol telah meminta bantuan teknis dari Badan Perkeretaapian Uni Eropa (ERA) untuk menyelidiki tabrakan antara dua kereta api berkecepatan tinggi yang menewaskan 69 orang di dekat Urda, Spanyol tengah pada 28 Oktober, demikian warta XInhua.

Tabrakan itu terjadi ketika sebuah kereta yang dioperasikan perusahaan kereta milik negara Spanyol, Renfe, menabrak bagian belakang kereta yang sedang berhenti yang dioperasikan oleh perusahaan kereta swasta Iryo.

Komisioner Eropa untuk Transportasi Berkelanjutan dan Pariwisata Apostolos Tzitzikostas pada Rabu (4/11) mengonfirmasi bahwa otoritas penyelidikan Spanyol telah meminta dukungan ERA dalam penyelidikan tersebut. Dia mengatakan ERA akan memberikan seluruh bantuan teknis yang diperlukan.

Tzitzikostas mengatakan penyelidikan akan tetap berada di bawah arahan dan kewenangan para penyelidik Spanyol, seraya menambahkan bahwa penyelidikan tersebut bertujuan mengungkap fakta-fakta terkait insiden itu.

Pada Rabu yang sama, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez juga mengumumkan bahwa Wakil Perdana Menteri Pertama sekaligus Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Usaha Carlos Cuerpo akan mengambil alih sementara kepemimpinan Kementerian Transportasi dan Mobilitas Berkelanjutan menyusul pengunduran diri Oscar Puente pada Selasa (3/11).

Puente mengatakan dirinya mengundurkan diri menyusul kecelakaan kereta besar kedua di Spanyol tahun ini. Tabrakan sebelumnya terjadi di dekat Adamuz, Provinsi Cordoba, Spanyol selatan, pada 18 Januari dan menewaskan 46 orang.

Penerjemah: Xinhua
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Xinhua

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira