Lombok Tengah (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, menyatakan jumlah sekolah menengah pertama (SMP) yang menjadi sasaran program revitalisasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) anggaran 2026 mengalami penambahan.

"Program revitalisasi untuk SMP itu ada penambahan 10 sekolah baik SMP negeri maupun swasta, dari sebelumnya 39 sekolah," kata Kepala Bidang Pembina SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Tengah Lalu Rupawan Joni, di Lombok Tengah, Senin.

Ia mengatakan penandatanganan kerja sama untuk pelaksanaan program revitalisasi di 10 SMP tersebut dilaksanakan pada pekan ini antara pihak sekolah dengan Kemendikdasmen di Mataram.

"Program ini dikerjakan dengan swakelola, sehingga perjanjian kerja sama program itu dilakukan oleh pihak sekolah langsung," katanya.

Ia mengatakan program revitalisasi SMP di Lombok Tengah sebelumnya menyasar 39 sekolah yang tersebar di 12 kecamatan, namun ada penambahan 10 SMP.

Baca juga: Mendikdasmen sebut sasaran revitalisasi bertambah 6 ribu sekolah

"Jadi total SMP yang mendapatkan program revitalisasi itu 49 sekolah dari 253 SMP di Lombok Tengah," katanya.

Ia mengatakan untuk progres pembangunan sekolah atau program revitalisasi tersebut ada yang telah rampung 100 persen dan ada yang sedang dikerjakan.

"Program itu ada yang telah rampung dan ada yang sedang dikerjakan," katanya.

Ia mengatakan program revitalisasi sekolah tersebut di antaranya perbaikan ruang kelas, ruang laboratorium, ruang perpustakaan, dan pembangunan ruang kelas baru.

Sementara itu, untuk anggaran revitalisasi sekolah tersebut bervariasi di antaranya Rp1 miliar hingga Rp1,5 miliar untuk masing-masing sekolah.

Baca juga: Pemerintah revitalisasi 1.600 sekolah di NTB

"Total anggaran untuk program revitalisasi SMP di Lombok Tengah itu mencapai Rp30 miliar lebih," katanya.

Pewarta: Akhyar Rosidi
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Akhyar Rosidi

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira