Singapura (ANTARA) - Singapura luncurkan rencana lima tahun untuk penuhi peningkatan permintaan listrik. Rencana tersebut mencakup pembangkit listrik, infrastruktur gas alam, perluasan jaringan listrik, pengembangan tenaga surya, penyimpanan energi, dan impor listrik rendah karbon untuk memperkuat keamanan energi dan ketahanan sistem tenaga listrik negara itu, kata Otoritas Pasar Negeri (EMA/Energy Market Authority) Singapura.

EMA mengatakan lima pembangkit listrik tenaga gas alam baru diperkirakan akan mulai beroperasi antara 2026 hingga 2031, memperluas kapasitas pembangkit sekitar 26 persen dari tingkat saat ini, yakni sekitar 12 gigawatt (GW). EMA juga sedang mengevaluasi proposal untuk pembangkit listrik tenaga gas tambahan yang akan beroperasi pada 2032.

Saat ini, gas alam menyumbang sekitar 95 persen dari pembangkit listrik Singapura. Negara tersebut berencana untuk meningkatkan kapasitas regasifikasi gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) dari 10 juta ton per tahun (million tonnes per annum/Mtpa) menjadi 15 Mtpa ketika terminal LNG kedua milik negara itu yang terletak di Pelabuhan Jurong dibuka pada 2030.

Sementara itu, investasi jaringan listrik akan mendukung pembangunan tujuh gardu induk transmisi baru pada 2031 dan memperluas jaringan kabel transmisi dari sekitar 7.700 km menjadi 9.100 km pada 2030. Singapura juga sedang mengkaji rencana untuk meningkatkan lebih dari tiga kali lipat jaringan terowongan kabelnya yang saat ini sepanjang 50 km, guna mengakomodasi pertumbuhan permintaan jangka panjang.

Singapura juga menargetkan untuk meningkatkan kapasitas energi tenaga surya dari saat ini sebesar 2,3 gigawatt peak (GWp) menjadi 3 GWp pada 2030 dan 4 GWp pada 2035. Kapasitas penyimpanan energi ditargetkan meningkat dari sekitar 350 megawatt-jam menjadi sedikit di atas 1 gigawatt-jam pada 2030.

Selain itu, Singapura sedang mengkaji interkonektor listrik kedua dengan Semenanjung Malaysia, yang dapat menyediakan kapasitas hingga 2 GW pada 2030, yang melengkapi sambungan 1 GW yang sudah ada.

Menurut pernyataan tersebut, permintaan listrik puncak Singapura berada di angka 8,6 GW pada Agustus 2026 dan dapat meningkat menjadi antara 9,9 GW hingga 13 GW pada 2031, terutama didorong oleh industri yang membutuhkan banyak energi seperti manufaktur semikonduktor dan pusat-pusat data, serta makin meluasnya elektrifikasi transportasi.

Pewarta: Xinhua
Editor: Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Xinhua

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira