Keseruan dan kegembiraan itu pun terus bergema hingga larut malam, seakan waktu enggan beranjak dan kebahagiaan belum rela berpamitan.

Jakarta (ANTARA) - Sore yang hangat itu menjadi waktu yang sibuk di sebuah pusat jajanan dan cinderamata di Maumere, Sikka, Nusa Tenggara Timur. Panitia sibuk menyiapkan panggung pentas, sementara para penampil Festival Musik Tradisi Indonesia (FMTI) 2026 sibuk gladi resik untuk unjuk kemampuan terbaik pada malam harinya.

Sementara itu, anak-anak sekitar sibuk bermain permainan tradisional dan sesekali melihat keramaian persiapan festival.

Lalu lalang peserta dengan mengenakan kain tradisional meramaikan kawasan, seakan menjadi ajang pamer busana tradisional yang berasal dari kain tenun ikat Sikka.

Namun kali ini, mereka bukan hanya memamerkan tenun yang dibuat secara manual, masyarakat yang tampil dengan busana tradisional serta pengunjung yang mempercantik diri dengan kain kebanggaan Sikka itu meramaikan lokasi untuk berpesta, mendengarkan lantunan lagu tradisional.

Penampil dalam gelaran Festival Musik Tradisi Indonesia (FMTI) yang digelar di Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, Minggu (25/10/2026). ANTARA/ (Sinta Ambar)

Festival musik

Editor: Sapto Heru Purnomojoyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Sinta Ambarwati

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira