Moskow (ANTARA) - Sedikitnya 64 orang pengunjuk rasa terluka selama demonstrasi yang menentang kenaikan biaya hidup di Prancis pada Sabtu, lapor surat kabar Le Figaro, mengutip data layanan darurat.
Sebanyak 60 orang di antaranya mengalami luka ringan dan empat lainnya dalam kondisi serius, kata harian tersebut dalam laporannya pada Ahad.
Ratusan ribu orang menggelar aksi protes di berbagai wilayah di Prancis selama tiga Sabtu berturut-turut.
Aksi protes di Prancis itu pecah sejak pertengahan September lalu, ketika para siswa sekolah menengah atas (SMA) dan mahasiswa turun ke jalan-jalan di pinggiran kota Paris untuk menuntut perbaikan sistem pendidikan dan kondisi sekolah.
Para siswa yang protes itu kemudian bergabung dengan kelompok masyarakat yang kecewa dengan kenaikan harga di negara tersebut. Akibatnya, aksi-aksi protes itu meluas ke wilayah-wilayah lain di seluruh negeri.
Aksi terbesar sejauh ini berlangsung pada 17 Oktober lalu. Menurut data Kementerian Dalam Negeri Prancis, demonstrasi hari itu dihadiri oleh sekitar 550.000 orang.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Sekitar 500.000 orang akan ikut demonstrasi lanjutan di Prancis, Sabtu
Baca juga: Meski dilarang polisi, pengadilan Paris izinkan demo lanjutan
Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Asri Mayang Sari
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira