Berdasarkan data Kedeputian Penyediaan dan Penyaluran, per 28 Oktober 2026 terdapat 6.097 SPPG yang tidak menyampaikan LPDH secara tertib dan disiplin
Jakarta (ANTARA) - Terdapat sejumlah berita humaniora menarik yang terjadi selama sepekan ini dan dapat dibaca kembali sebagai rangkuman peristiwa terkini
Berita mencakup serba-serbi penguatan tata laksana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga capaian satu tahun Program Sekolah Rakyat usai digulirkan.
1. BGN tangguhkan 6.097 SPPG tidak tertib sampaikan LPDH
Badan Gizi Nasional (BGN) menangguhkan (suspend) atau memberi sanksi khusus terhadap 6.097 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak tertib dan disiplin dalam menyampaikan Laporan Penggunaan Dana Harian (LPDH).
Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN Ketut Sumedana menyampaikan kebijakan tersebut mengacu pada Surat Edaran Kepala BGN Nomor 24 Tahun 2026 tentang Pelaksanaan Hari Pelayanan Efektif dan Pemberian Insentif Ketersediaan dan Mutu Layanan SPPG.
"Berdasarkan data Kedeputian Penyediaan dan Penyaluran, per 28 Oktober 2026 terdapat 6.097 SPPG yang tidak menyampaikan LPDH secara tertib dan disiplin. Oleh karena itu, Kedeputian Pemantauan dan Pengawasan mengeluarkan surat suspend khusus yang mulai diberlakukan pada Senin, 2 November 2026," ujar Ketut.
2. BGN tutup permanen lebih dari 2.000 dapur MBG tak laik higiene
Badan Gizi Nasional (BGN) menutup permanen lebih dari 2.000 dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai tidak memenuhi persyaratan higiene dan sanitasi sebagai bagian dari pembenahan tata kelola dan pengawasan pelaksanaan program tersebut.
Kepala BGN Sudaryono mengatakan penutupan dilakukan terhadap dapur yang tidak memenuhi persyaratan kelayakan, termasuk yang tidak memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
"Yang tidak punya SLHS kami tutup. Bahkan, kami sudah menutup lebih dari 2.000 dapur secara permanen karena terkait urusan higiene dan sanitasi ini," kata Sudaryono.
3. BGN efisiensi anggaran MBG Rp44 triliun wujud perbaikan tata kelola
Badan Gizi Nasional (BGN) telah melakukan efisiensi anggaran sebesar Rp44 triliun selama 100 hari kepemimpinan Kepala BGN Sudaryono sebagai wujud perbaikan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Sampai dengan 100 hari ini, kami telah efisiensi anggaran, dari Rp268 triliun yang dialokasikan kepada BGN, setelah kami hitung, kami rasa kami cukup dengan Rp229 triliun, sehingga ada Rp38 triliun yang anggarannya kami kembalikan ke kas negara," kata Sudaryono.
Ia menambahkan efisiensi yayasan juga dilakukan sebesar Rp2,5 triliun, efisiensi dana operasional dapur MBG sebesar Rp3 triliun, dan pengembalian dana saldo virtual account fiktif sebesar Rp0,5 triliun, sehingga total yang dikembalikan ke negara sebesar Rp44 triliun.
4. Kemenhaj umumkan daftar calon haji berhak lunas
Kementerian Haji dan Umrah mengumumkan daftar nama calon peserta haji reguler yang masuk dalam alokasi kuota penyelenggaraan ibadah haji 1448 Hijriah/2027 Masehi atau jamaah berhak lunas.
Jamaah dapat memeriksa status keberangkatan melalui laman resmi Kemenhaj dan mempersiapkan tahapan selanjutnya, termasuk pemeriksaan kesehatan untuk penetapan istithaah, sebelum pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih).
"Jamaah dapat memeriksa status masing-masing melalui laman resmi Kemenhaj. Setelah mengetahui statusnya, jamaah perlu mempersiapkan tahapan berikutnya, terutama pemeriksaan kesehatan untuk memastikan pemenuhan persyaratan istithaah kesehatan," ujar Direktur Jenderal Pelayanan Haji Kemenhaj Ian Heriyawan.
5. Mensos: Satu tahun Sekolah Rakyat jaring ribuan buruh-anak jalanan
Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf mengemukakan bahwa Program Sekolah Rakyat yang berjalan lebih dari satu tahun terakhir berhasil menjangkau dan memulihkan ribuan anak dari latar belakang rentan, mulai dari anak jalanan, pengamen, anak putus sekolah yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga, hingga kuli bangunan.
Saifullah Yusuf menyampaikan rasa haru dan syukurnya atas perkembangan signifikan yang ditunjukkan oleh para siswa Sekolah Rakyat setelah mendapat pendampingan intensif.
"Ada yang sebelumnya tidak pernah sekolah, di jalanan menjadi pengamen, ada yang sudah putus sekolah dua tahun dan jadi pembantu, ada yang jadi kuli, ada juga yang bekerja di tempat-tempat yang tidak semestinya," kata dia.
Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Sean Filo Muhamad
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira