Jakarta (ANTARA) - Sanggar Ubruk Seniki Cilegon, Banten, membawa misi diplomasi budaya Indonesia lewat pertunjukan teater 3rd Punjab Maas International Theatre Festival yang digelar di Lahore di Pakistan, Kamis.

"Penampilan Ubruk Seniki mencerminkan kepribadian masyarakat Indonesia. Sukses menyampaikan pesan penting tanpa menghakimi. Kali ini bahkan sangat menghibur," kata Rahmat Hindiarta, Koordinator Fungsi Penerangan, Sosial, dan Budaya KBRI Islamabad, yang hadir dalam acara tersebut.

Menurut siaran pers KBRI Islamabad yang diterima ANTARA di Jakarta, Jumat, pertunjukan Ubruk Seniki itu mendapat apresiasi yang meriah dari ratusan penonton, termasuk warga negara Indonesia dan para peserta festival dari Kazakhstan, Norwegia, serta Prancis.

Direktur Festival Aamir Nawaz mengapresiasi Sanggar Ubruk beranggotakan tujuh personel itu karena mengangkat isu sampah plastik melalui pertunjukan bertema Kintir tersebut.

Ketujuh personelnya itu adalah Mahmud, Bahroni, Aman, Dedi, Adi Kurniadi, Inda, dan Suci. Mereka berhasil menggambarkan polusi dan sampah di Sungai Cibanten yang dulunya menjadi tumpuan kehidupan masyarakat sekitarnya.

"Tim Ubruk Banten sukses mengangkat isu serius sampah plastik yang sudah lama menjadi perhatian global dengan tetap menghibur. Good job!," katanya seperti dikutip siaran pers KBRI Islamabad.

Baca juga: DKI tata sungai agar bisa jadi ruang publik

Baca juga: Kemlu RI perkuat persahabatan ASEAN melalui Beasiswa Seni Budaya

Pewarta: Asri Mayang Sari
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Asri Mayang Sari

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira