Lumajang, Jawa Timur (ANTARA) - Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur erupsi berupa awan panas dengan jarak luncur tidak teramati pada Rabu siang.
"Telah terjadi erupsi Gunung Semeru pada Rabu pukul 12.49 WIB, namun tinggi kolom abu vulkanik tidak teramati," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Agastya Rajendra dalam laporan tertulisnya yang diterima di Lumajang.
Menurut dia, erupsi Gunung Semeru tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 20 mm selama 2 menit 55 detik dan erupsi berupa awan panas dengan jarak luncur tidak teramati dikarenakan visual gunung tertutup kabut.
Gunung Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 meter di atas perrmukaan laut (mdpl) itu kembali erupsi pada pukul 14.41 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.000 meter di atas puncak (4.676 mdpl).
"Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 25 mm dan durasi 136 detik," tuturnya.
Agastya menjelaskan saat ini Gunung Semeru berada pada Status Level III (Siaga) dengan rekomendasi masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).
Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.
"Masyarakat juga diimbau tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," katanya.
Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.
Baca juga: Pos PGA: Gunung Karangetang tiga kali meletus
Baca juga: Gunung Dukono di Maluku Utara dua kali erupsi Senin pagi
Baca juga: Gunung Karangetang di Pulau Siau-Sulut kembali erupsi
Pewarta: Zumrotun Solichah
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Zumrotun Solichah
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira