PBB/New York (ANTARA) - Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyerukan Korea Utara dan Korea Selatan untuk membuka kembali saluran komunikasi guna mencegah kesalahpahaman dan mendorong dilakukan dialog, kata Juru Bicara PBB Stephane Dujarric, Kamis (5/11).

"Sekjen (Guterres) tetap prihatin dengan situasi di Semenanjung Korea, termasuk potensi meningkatnya ketegangan di zona demiliterisasi. Sekjen mendorong pihak-pihak terkait untuk memulai kembali saluran komunikasi, termasuk antar-militer mereka," kata Dujarric kepada para wartawan.

Kedua pihak harus saling berkomunikasi guna mencegah insiden yang tidak disengaja dan kesalahan perhitungan, serta mendorong keterlibatan diplomatik, kata Dujarric.

Baca juga: Korea Utara bantah tuduhan AS soal pencurian kripto di Binance

Dia menegaskan dialog tetap menjadi satu-satunya jalan untuk meredakan ketegangan dan mewujudkan perdamaian.

Dalam beberapa hari terakhir, Korea Utara telah beberapa kali meluncurkan rudal mereka untuk menguji senjata dan sistem yang ada dalam persenjataan saat ini.

Pyongyang juga menguji rudal jelajah strategis jarak jauh yang diluncurkan dari kapal selam serta sistem pertahanan udara baru.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

​​​​​​​Baca juga: Korut pamer "drone" dan peluncur roket, Kim ingin kembangkan teknologi

Penerjemah: Katriana
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Katriana

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira