Tingkat kesulitan, di antaranya adalah bencana susulannya jalan terus

Jakarta (ANTARA) - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mengagendakan pemaparan progres penanganan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Letnan Jenderal TNI Kristomei Sianturi.

Ketua Satgas PRR sekaligus Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menjelaskan pemaparan oleh Kementerian PU akan berfokus terhadap upaya mengatasi persoalan seperti sungai pascabencana Sumatera.

“PU sudah pernah menyampaikan, tetapi PU saya minta lagi minggu depan karena banyak hal yang harus dikerjakan, seperti sungai. Biar ada kejelasan,” kata Tito di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Rabu.

Baca juga: Tito targetkan dana pemulihan pascabencana Sumatera 2027 capai Rp42 T

Menurut dia, pemaparan terkait hal tersebut diperlukan karena beberapa daerah kembali terdampak banjir.

“Ada beberapa daerah yang banjir lagi. Kabupaten Solok, Kota Padang, kemudian di Kabupaten Tapanuli Tengah juga banjir lagi,” katanya.

Selain itu, dia mengatakan Kabupaten Aceh Tenggara, Kabupaten Aceh Barat Daya, Kabupaten Aceh Tengah, Kabupaten Aceh Tamiang, hingga Kabupaten Pidie Jaya mengalami banjir maupun longsor.

“Jadi, ini bukan bencana sekali terjadi, kemudian kami bisa fokus pada pembangunan,” ujarnya.

Ia melanjutkan, “Sudah dibangun, jembatannya terseret lagi. Jalan yang sudah dibangun, longsor lagi. Tumpukan lumpur yang sudah dibersihkan, menumpuk lagi di beberapa tempat.”

Baca juga: Pemprov Aceh minta pemkab pastikan ketersediaan lahan untuk huntap

Oleh sebab itu, dia mengakui pemulihan pascabencana terhadap tiga provinsi di Sumatera tersebut memiliki tantangan tersendiri.

“Tingkat kesulitan, di antaranya adalah bencana susulannya jalan terus. Kemudian, ini agak sedikit ironis, di daerah-daerah bagian barat Sumatera itu banjirnya tinggi dan air curah hujan tinggi sekali, sementara di bagian timur Sumatera kekurangan air yang mengakibatkan kebakaran hutan dan lahan. Ini tantangan kami,” katanya mengakui.

Sementara itu, dia mengatakan Kepala BNPB diagendakan memberikan pemaparan mengenai hunian tetap untuk warga terdampak bencana.

“Saya sudah melakukan komunikasi dengan Kepala BNPB yang baru, Pak Kristomei Sianturi. Kemungkinan besar minggu depan atau minggu depannya lagi untuk memberikan paparan penjelasan mengenai hunian tetap yang dibangun oleh BNPB secara in situ,” ujarnya.

Adapun pada Rabu ini, Satgas PRR mengagendakan rapat koordinasi yang dilanjutkan konferensi pers dengan menghadirkan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, dan Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perumahan Perdesaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman Teddy Paul Siagian.

Baca juga: Satgas PRR salurkan bantuan korban banjir di Aceh Tamiang-Aceh Tengah

Pewarta: Rio Feisal
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Rio Feisal

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira