Kalau secara aturan tidak diperbolehkan. Kami akan buat surat teguran. Dari informasi yang kami dapat, mereka membuka itu untuk dijual kiloan, bukan untuk dikemas ulang
Natuna (ANTARA) - Satuan Tugas (Satgas) Pangan Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, melakukan pemeriksaan terhadap Rumah Pangan Kita (RPK) yang menjual beras SPHP guna mencegah praktik pengoplosan serta memastikan beras yang disalurkan sesuai dengan ketentuan.
Pemimpin Perum Bulog Cabang Natuna Pencius Siburian mengatakan di Natuna, Jumat, pemeriksaan tersebut dilakukan menyusul temuan dugaan pengoplosan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang dikemas ulang dan dijual sebagai beras premium di salah satu daerah. Pemeriksaan dilakukan pada Jumat di Pasar Rakyat Ranai.
SPHP merupakan beras bermutu medium program pemerintah Indonesia yang disalurkan melalui Perum Bulog. Beras ini dihadirkan hingga ke perbatasan untuk menjaga ketersediaan pasokan, mengendalikan inflasi, serta memberikan akses beras berkualitas dengan harga terjangkau bagi masyarakat
"Menyusul kejadian di salah satu daerah tersebut, kami turun langsung ke wilayah kerja Perum Bulog Cabang Natuna untuk melakukan pemeriksaan dan menindaklanjuti apabila ditemukan indikasi kecurangan," ucapnya.
Ia mengatakan, dalam pemeriksaan tersebut Satgas Pangan menemukan salah satu RPK menjual beras SPHP secara eceran, padahal sesuai ketentuan beras tersebut hanya boleh dijual dalam kemasan utuh yakni seberat lima kilogram.
Berdasarkan keterangan pedagang, kata dia, kemasan beras dibuka untuk melayani pembeli yang membutuhkan beras dalam jumlah lebih sedikit, bukan untuk melakukan pengoplosan.
"Kalau secara aturan tidak diperbolehkan. Kami akan buat surat teguran. Dari informasi yang kami dapat, mereka membuka itu untuk dijual kiloan, bukan untuk dikemas ulang," ujar dia.
Ia menegaskan kemasan beras SPHP tidak boleh dibuka, dijual secara eceran, ataupun dikemas ulang. Meski demikian, Bulog memahami kebutuhan masyarakat yang tidak selalu mampu membeli beras dalam kemasan lima kilogram.
Untuk mengakomodasi kebutuhan tersebut, Pencius menyebut Bulog sebenarnya telah menyediakan beras SPHP dalam kemasan lebih kecil, yakni dua kilogram. Namun, kemasan tersebut belum tersedia untuk penyaluran di Natuna.
"Untuk kemasan kecilnya sudah ada, yakni dua kilogram, lebih kecil dari yang sekarang," katanya.
Baca juga: Bulog perpanjang masa penyaluran bantuan pangan beras di Natuna
Baca juga: Perum Bulog tambah beras SPHP 800 ton untuk Natuna
Pewarta: Muhamad Nurman
Editor: Ahmad Buchori
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Muhamad Nurman
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira