Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada pembukaan perdagangan Senin, bergerak melemah 9 poin atau 0,05 persen menjadi Rp18.089 per dolar AS, dipengaruhi kekhawatiran eskalasi tensi konflik geopolitik di Asia Barat/Timur Tengah (Timteng).
“Rupiah diperkirakan masih melemah terhadap dolar AS di tengah kekhawatiran eskalasi tensi geopolitik Timteng yang kembali membuat harga minyak naik di atas 100 dolar AS per barel,” kata analis Doo Financial, Lukman Leong kepada ANTARA di Jakarta, Senin.
Mengutip Xinhua, harga minyak Brent melonjak ke level tertinggi sejak akhir April di tengah kekhawatiran akan eskalasi konflik di Timteng.
Minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember ditutup per Sabtu (24/10) pada harga 116,72 dolar AS per barel, naik 3,14 persen, sementara minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Desember ditutup pada 103,27 dolar AS per barel, naik 3,82 persen.
Para investor khawatir akan pecahnya kembali pertempuran menyusul laporan bahwa Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel telah menyusun rencana untuk menyerang Iran setelah pemilihan paruh waktu AS pada 3 November.
Media pemerintah Iran melaporkan adanya serangan terhadap kapal-kapal di Teluk dan Selat Hormuz, sementara Washington memerintahkan staf non-darurat beserta keluarga mereka untuk meninggalkan Arab Saudi.
Selain itu, sentimen lain berasal dari outflow dana asing di pasar ekuitas domestik yang disebut masih terus membebani pergerakan rupiah.
“Outflow masih cukup besar, rata-rata harian masih Rp1-2 triliunan,” ungkap Lukman.
Berdasarkan faktor-faktor tersebut, rupiah diperkirakan dalam kisaran Rp18.050-Rp18.150 per dolar AS.
Baca juga: BI: Pergerakan rupiah akibat sentimen MSCI bisa dikelola dengan baik
Baca juga: Perkuat likuiditas rupiah, BI turunkan GWM rata-rata sebesar 2 persen
Baca juga: Pergerakan kurs rupiah masih dibayangi ketidakpastian rencana MSCI
Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · M Baqir Idrus Alatas
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira