Jakarta (ANTARA) - Rumah maggot di Jalan Kemanggisan Ilir II RT 006/RW 006 Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat, mengolah sampah organik hingga 60 kilogram setiap harinya.
“Sehari kurang lebih itu paling minimal antara 40 kilo sampai ke 60 itu bisa ngurangin sampah organik,” kata Lurah Kemanggisan Rafiudin di Jakarta, Jumat.
Menurutnya, rumah maggot yang baru beroperasi sekitar dua pekan itu mampu mengurangi sampah organik sekitar 20 persen.
"Kami membuat kandang maggot dan saat ini sudah berproses sekitar dua pekan," kata dia.
Ia menjelaskan, warga dapat membawa sampah organik rumah tangga ke rumah maggot untuk dijadikan pakan.
Selain mengurangi volume sampah, kata Rafiudin, budi daya maggot ditargetkan dapat memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.
"Hasilnya (panen maggot), bisa pakan ayam, ikan, dan burung atau dijual lagi," tuturnya.
Disebutkannya, pengelolaan sampah berbasis maggot merupakan bagian dari gerakan pemilahan sampah sebagai implementasi Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 5 Tahun 2026.
"Ini salah satu upaya kita, membangun rumah maggot ini untuk mengolah sampah organik dari hasil rumah tangga," imbuhnya.
Baca juga: Maggot BSF dan biopori jadi andalan kelola sampah di Jaktim
Baca juga: Pemprov DKI kembangkan sistem digital penjualan maggot
Baca juga: Jakut bertekad jadi percontohan pengelolaan sampah nasional
Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Redemptus Elyonai Risky Syukur
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira