Saya penginnya UMKM di Indonesia itu makin berkurang
Jakarta (ANTARA) - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani berharap jumlah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia berkurang seiring dengan semakin banyaknya pelaku usaha yang naik kelas menjadi usaha menengah dan besar.
Rosan yang juga menjabat CEO Badan Pengelola Investasi Danantara itu mengatakan pemerintah tidak seharusnya hanya berbangga dengan besarnya jumlah UMKM, tetapi juga perlu mendorong peningkatan skala usaha agar semakin banyak pelaku usaha berkembang.
“Saya penginnya UMKM di Indonesia itu makin berkurang. Makin sedikit. Karena kalau jadi UMKM terus, kapan naik kelasnya?” kata Rosan dalam Rapimnas Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Jakarta, Kamis.
Ia mencontohkan, apabila saat ini terdapat sekitar 60 juta UMKM, jumlah tersebut diharapkan dapat berkurang menjadi 50 juta pada tahun berikutnya dan 40 juta pada tahun selanjutnya, seiring dengan semakin banyaknya usaha yang berkembang menjadi usaha menengah dan besar.
Menurut Rosan, peningkatan skala usaha tersebut sejalan dengan upaya memperkuat daya saing pelaku usaha nasional agar mampu menjadi bagian dari rantai pasok global.
Ia juga menekankan pentingnya peran pengusaha besar dalam membantu UMKM berkembang, terutama melalui pendampingan dan kemitraan dengan pelaku usaha di berbagai daerah.
Rosan mengatakan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM juga menjalankan program kemitraan dengan UMKM di daerah. Tercatat sekitar 1.000 UMKM telah mengikuti program tersebut dengan nilai kemitraan sekitar Rp20 triliun.
Ia berharap kemitraan antara usaha besar dan UMKM dapat memperluas kesempatan usaha serta mendorong peningkatan kapasitas pelaku usaha di daerah.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2025, jumlah UMKM di Indonesia mencapai 65,5 juta unit usaha dan berkontribusi 61,9 persen terhadap PDB. UMKM juga menyerap 119 juta lebih tenaga kerja atau sekitar 97 persen dari total tenaga kerja nasional.
Baca juga: Kredit program UMKM serap 12 Juta tenaga kerja hingga Oktober 2026
Baca juga: Kemenekraf dorong UMKM manfaatkan pasar dan kekayaan intelektual
Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Shofi Ayudiana
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira