Kami bisa saja bekerja sama dengan perusahaan yang membawa teknologi, dengan perusahaan asing. Tapi tidak, kami mewajibkan mereka juga berpartner dengan perusahaan lokal.
Jakarta (ANTARA) - Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Danantara Rosan Roeslani menegaskan lembaganya mewajibkan perusahaan asing yang membawa teknologi, untuk bekerja sama dengan perusahaan lokal dalam proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) atau waste to energy.
Rosan mengatakan Danantara tidak mengambil alih peran dunia usaha, melainkan memperkuat perusahaan nasional melalui kemitraan dalam berbagai proyek strategis.
โKami bisa saja bekerja sama dengan perusahaan yang membawa teknologi, dengan perusahaan asing. Tapi tidak, kami mewajibkan mereka juga berpartner dengan perusahaan lokal,โ ujar Rosan dalam Rapimnas Kamar Dagang dan Industri (Kadin) 2026, di Jakarta, Kamis.
Menurut dia, kemitraan tersebut diharapkan menjadi sarana transfer pengetahuan dan teknologi, sekaligus memperkuat kapasitas dunia usaha nasional, baik di tingkat pusat maupun daerah.
Rosan menegaskan keberadaan Danantara bukan untuk menggantikan peran sektor swasta. Sebaliknya, lembaga tersebut ingin mendorong pertumbuhan ekonomi bersama dunia usaha agar semakin banyak perusahaan nasional yang memperoleh peluang untuk berkembang.
Ia mengakui masih terdapat pekerjaan rumah yang perlu dibenahi, terutama dalam menjaga iklim investasi yang lebih baik dan transparan.
Di lingkungan Danantara, pihaknya juga terus berupaya mengoptimalkan aset, meningkatkan produktivitas, serta memperbaiki efisiensi badan usaha milik negara (BUMN) yang dikelola.
Rosan menambahkan Danantara akan melanjutkan konsolidasi secara berkelanjutan dan memperluas pelibatan dunia usaha pada tahun mendatang.
Dia berharap Kadin Indonesia beserta asosiasi usaha dapat memainkan peran lebih besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperkuat kolaborasi antara pemerintah, Danantara, dan sektor swasta.
Danantara sebelumnya telah mengumumkan sejumlah mitra operator fasilitas PSEL, termasuk Wangneng Environment Co Ltd untuk proyek Bekasi, dan Zhejiang Weiming Environment Protection Co Ltd untuk proyek Denpasar. Kedua perusahaan tersebut berasal dari China.
Baca juga: Danantara: 34 institusi keuangan gabung sebagai "lenders panel" PSEL
Baca juga: Danantara targetkan 15-16 proyek PSEL ditender akhir 2026
Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright ยฉ ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA ยท Shofi Ayudiana
At a glance
- Topic
- World
- Country
- ๐ฎ๐ฉ ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira