Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno mengatakan Indonesia akan memaparkan langkah legislatif dalam mendukung mencapai target iklim lewat Rancangan Undang-Undang Pengendalian Perubahan Iklim dalam Konferensi Perubahan Iklim PBB Ke-31 (COP31) di Turki.

Dalam taklimat media yang diadakan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI di Jakarta, Rabu, Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menjelaskan Delegasi Indonesia akan memaparkan upaya percepatan transisi energi, pengolahan sampah menjadi energi serta langkah legislatif untuk mendukungnya sebagai bagian dari penanganan perubahan iklim.

"Ada tiga RUU yang sedang kami kerjakan di parlemen. Salah satunya adalah RUU Pengendalian Perubahan Iklim dan atas usulan Menteri Lingkungan Hidup Jumhur, kini menjadi RUU Pengendalian Perubahan Iklim Berkeadilan," jelas Eddy.

Tidak hanya itu, Indonesia juga sedang memproses finalisasi RUU Energi Baru dan Terbarukan serta revisi UU Ketenagalistrikan.

"Menurut saya, legislasi yang sedang kami kerjakan secara intensif saat ini, khususnya Rancangan Undang-Undang Pengendalian Perubahan Iklim yang Berkeadilan, sangat relevan untuk diangkat dan disampaikan pada COP 31," kata Eddy menambahkan.

Secara khusus untuk energi, dia menyatakan Indonesia siap menegaskan komitmennya untuk menjadikan transisi energi sebagai dasar dari pertumbuhan ekonomi, dengan ditargetkan porsi energi baru terbarukan (EBT) mencapai 70 persen dari bauran kelistrikan dan energi nasional pada tahun 2045.

Tidak hanya itu, siap dipaparkan pula di COP31 upaya mempercepat pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) untuk mengatasi masalah sampah di tanah air sekaligus sebagai salah satu upaya menekan emisi gas metana.

Eddy menjelaskan COP31 juga memberikan kesempatan kepada Indonesia untuk menegaskan peran cadangan karbon biru di wilayahnya sebagai salah satu landasan penting aksi iklim global.

Upaya yang dilakukan lewat penguatan regulasi dan tata kelola, kolaborasi lintas sektor serta pendanaan jangka panjang.

"Aksi iklim dan transisi energi bagi kita bukan hanya sekedar program berkelanjutan, tapi juga strategi pembangunan bagi Indonesia untuk berfokus kepada aspek berkelanjutan di masa depan," jelas Eddy.

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Prisca Triferna Violleta

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira