Sanur, Bali (ANTARA) - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) berkomitmen menciptakan iklim investasi industri hulu minyak dan gas bumi (migas) yang menarik.

"Indonesia terus berupaya menciptakan iklim investasi hulu minyak dan gas bumi yang lebih menarik dan dapat diprediksi," ujar Deputi Eksplorasi, Pengembangan, dan Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas Rikky Rahmat Firdaus dalam ASEAN Council on Petroleum (ASCOPE) 2026 di Sanur, Bali, Senin.

Adapun pendekatan yang ditempuh oleh SKK Migas meliputi tiga bidang utama, yakni kebijakan fiskal yang lebih kompetitif; mekanisme perizinan dan penawaran wilayah kerja yang lebih menarik; serta fleksibilitas dalam mengakses data dan pelaksanaan kegiatan eksplorasi.

"Di luar reformasi tersebut, kami sedang mengembangkan konsep exploration engine yang berbasiskan tiga pilar, yakni data open, digital exploration, dan borderless exploration," ucap Rikky.

Langkah tersebut memiliki tujuan untuk meningkatkan aksesibilitas data bawah permukaan atau subsurface data, mempercepat evaluasi secara digital, dan memungkinkan investor menilai peluang investasi dengan lebih efisien sebelum menggelontorkan investasi.

"Kami ingin mengurangi ketidakpastian, memperluas partisipasi investor, serta mengubah lebih banyak peluang eksplorasi menjadi penemuan komersial dan produksi," ucap Rikky.

Selain itu, Rikky menyebut Indonesia juga mengembangkan strategi minyak dan gas bumi nonkonvensional. Tujuan dari pengembangan tersebut adalah untuk membuka sumber daya yang belum dimanfaatkan, mengimbangi penurunan produksi dari lapangan-lapangan matang, serta mengurangi ketergantungan terhadap impor energi.

"Kami menyambut perusahaan berpengalaman dan mitra teknologi untuk membantu mempercepat pengembangan proyek-proyek ini, sekaligus membangun ekosistem energi konvensional yang berkelanjutan," kata Rikky.

Rikky menyampaikan pada September, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), sebagai bagian dari Subholding Upstream Pertamina, lewat anak usahanya PT Pertamina Hulu Energi Rokan Nonkonvensional menandatangani kontrak bagi hasil migas nonkonvensional (MNK) di Wilayah Kerja Rokan.

Baca juga: Indonesia tawarkan 43 temuan migas untuk dikembangkan

Baca juga: SKK Migas bidik realisasi potensi produksi lewat 12 sumur

Baca juga: SKK Migas umumkan pengurangan ekspor gas ke Singapura

Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Putu Indah Savitri

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira