Jakarta (ANTARA) - Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) menunda 24 pertandingan putaran pertama Copa del Rey (Piala Raja Spanyol) yang dijadwalkan berlangsung Rabu waktu setempat atau Kamis dini hari WIB.

Keputusan tersebut diambil menyusul tragedi kecelakaan kereta di Provinsi Toledo, Castilla-La Mancha, Spanyol.

Kecelakaan yang melibatkan dua kereta cepat tersebut terjadi pada Rabu. Insiden itu menewaskan lebih dari 64 orang berdasarkan laporan awal yang dikutip ESPN, sekaligus menambah duka bagi masyarakat Spanyol.

Melalui pernyataan resminya, RFEF menyampaikan bahwa penundaan dilakukan sebagai bentuk solidaritas terhadap para korban. Keputusan ini berdampak pada seluruh pertandingan Copa del Rey yang semula berlangsung pada Rabu waktu setempat.

RFEF juga menyampaikan belasungkawa kepada para korban dan keluarga mereka melalui pernyataan resmi di media sosial. Federasi tersebut juga mengunggah gambar pita hitam sebagai bentuk penghormatan kepada para korban.

"Kami terkejut dengan kecelakaan tragis kereta api yang terjadi di Provinsi Toledo," demikian pernyataan RFEF.

"RFEF ingin menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga dan orang-orang terkasih dari para korban, serta mengirimkan semua dukungan kepada mereka yang terkena dampak."

Penundaan tersebut berdampak pada seluruh 24 pertandingan Copa del Rey yang semula dijadwalkan berlangsung pada Kamis dini hari WIB. Keputusan ini diambil di tengah suasana berkabung menyusul besarnya jumlah korban jiwa dalam kecelakaan tersebut.

Pemerintah Spanyol juga menetapkan tiga hari berkabung nasional sebagai bentuk penghormatan kepada para korban. Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, menyatakan bahwa seluruh negeri tengah berduka akibat tragedi tersebut.

Kecelakaan ini menjadi salah satu tragedi transportasi paling mematikan di Spanyol dalam beberapa tahun terakhir.

Situasi tersebut membuat perhatian publik tertuju pada upaya penanganan korban dan dukungan bagi keluarga yang terdampak.

Baca juga: Korban tewas tabrakan kereta di Spanyol capai 64 orang

Pewarta: Hendri Sukma Indrawan
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Hendri Sukma Indrawan

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira