Batang (ANTARA) - Ratusan santri Pondok Pesantren Darul Ulum di Desa Tragung berharap Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, melanjutkan kembali Program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat ditutup sementara oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Pimpinan Ponpes Darul Ulum Desa Tragung Zainul Iroqi di Batang, Senin, membenarkan adanya kerisauan para santri untuk mendapatkan makanan program MBG itu.
Baca juga: Pemkab Batang minta makanan MBG cantumkan batas waktu konsumsi
"Penghentian MBG tersebut menjadi perhatian serius pengasuh mengingat antusiasme tinggi dari para santri," katanya.
Zainul Iroqi yang juga Ketua Majelis Ulama Kabupaten Batang ini mengatakan sebelumnya sekitar 900 santri mendapatkan pasokan makanan Program MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karanganom, tetapi kini ditutup sementara karena sanksi dari BGN.
"Makanan dari Program MBG telah menjadi sajian favorit yang selalu disambut antusias oleh anak-anak asuh," katanya.
Wakil Bupati Batang Suyono mengatakan pemerintah daerah sedang mengkaji pengalihan ke SPPG terdekat agar 900 santri segera mendapatkan pasokan makanan bergizi gratis tersebut.
"Penghentian pasokan makanan bergizi gratis ini terjadi, karena Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karanganom sedang sanksi suspend oleh BGN," katanya.
Baca juga: BGN tegur pengelola SPPG di Batang
Baca juga: Pemkab Batang jamin biaya pengobatan korban keracunan MBG
Ketua Satgas Percepatan Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Batang itu menegaskan bahwa evaluasi penyedia layanan dilakukan demi memastikan standar keamanan pangan tetap terjaga.
Pemkab, kata dia, kini sedang berkoordinasi dengan pengelola program tingkat daerah untuk mengalihkan rute distribusi ke unit penyedia gizi terdekat agar pemenuhan gizi para santri tidak terganggu lebih lama.
"Kami berjanji segera mengambil langkah cepat agar pasokan gizi untuk sekitar 900 santri di Ponpes Darul Ulum bisa kembali mengalir. Anak-anak pondok ini berharap dan merasa terbantu dengan asupan gizi yang diterima," katanya.
Pewarta: Kutnadi
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Kutnadi
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira