Jakarta (ANTARA) - Ratusan anak dengan down syndrome memeriahkan kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day di Kuningan, Jakarta dengan mengikuti kegiatan jalan sehat yang digelar oleh Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome (POTADS).

Ditemui dalam kegiatan tersebut di Jakarta, Minggu, Ketua Umum POTADS, Eliza Rogi mengatakan kegiatan ini digelar sekaligus meramaikan Bulan Kesadaran Down Syndrome yang diperingati setiap Oktober.

"Tahun ini kita mengangkat tema Together Against Loneliness, artinya bersama melawan kesepian. Tema ini kita ambil karena kita merasakan bahwa sampai hari ini anak-anak dengan down syndrome itu masih dibayang-bayangi dengan stigma, pengabaian dan lain sebagainya," katanya.

Baca juga: Film "Tanah Runtuh" ajak pahami cinta lewat sosok anak "down syndrome"

Eliza menyebut tema ini diambil dengan harapan dapat mengetuk hati semua orang bahwa insan dengan down syndrome layak untuk mendapatkan penghargaan yang sama seperti manusia pada umumnya.

Ia menjelaskan kegiatan ini diikuti oleh sekitar 500 keluarga dengan anak down syndrome yang telah terdaftar. Selain itu, ada 250 relawan lintas elemen yang umumnya didominasi oleh kalangan pemuda.

"Kita sengaja mengajak volunteer yang kebanyakan dari anak-anak muda, tujuannya agar mereka punya pengalaman berinteraksi sama anak down syndrome, sehingga bisa tumbuh empati mereka, bisa tumbuh juga rasa kasih sayang. Itu yang kami harapkan," ujar Eliza.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Kegiatan, Ani Rachmawati menjelaskan kegiatan ini tak hanya berupa jalan sehat, namun juga diisi dengan berbagai aktivitas, seperti penampilan seni dari anak dengan down syndrome, pojok UMKM dari komunitas down syndrome, hingga penjualan hasil karya dari mereka.

Baca juga: Perlu sinergi multipihak hapus kekerasan terhadap anak down syndrome

Baca juga: UI dan POTADS beri edukasi gizi dan kesehatan anak "down syndrome"

Menurut dia, berbagai hal yang dipamerkan juga sebagai upaya untuk menunjukkan bahwa anak dengan down syndrome juga bisa berkarya sebagaimana manusia pada umumnya.

"Mereka punya kemampuan yang bisa kita banggakan. Kita juga menjual hasil karya mereka, beberapa lukisan anak kami buat jadi beberapa merchandise. Tujuannya awareness, membuktikan bahwa anak-anak dengan down syndrome ini punya kemampuan, mereka bisa berkarya," ucap Ani Rachmawati.

Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Sean Filo Muhamad

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira