Nagoya, Jepang (ANTARA) - Tim boccia Indonesia bertekad menjaga performa hingga Paralimpiade Los Angeles 2028 setelah meraih empat medali emas pada Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026.

"Kami maunya (performa) bisa stabil sampai di (Paralimpiade) Los Angeles, bahkan lebih baik lagi," kata Gischa Zayana seusai laga final di Nagoya City General Gymnasium, Nagoya, Jepang, Sabtu.

Gischa bersama Felix Ardi Yudha dan Muhamad Syafa sukses menyabet emas nomor tim campuran BC1/BC2 dengan menekuk Thailand yang diwakili Pirayat Chanyadi, Worawut Sangampa, dan Phakphum Linchum dengan skor 11-3.

Medali emas keempat dari tim boccia itu menambah koleksi emas kontingen Indonesia pada pesta multi cabang olahraga atlet penyandang disabilitas terbesar Asia menjadi 15 emas.

Ia mengatakan bahwa pada laga final tersebut, tim datang dengan mental yang bagus karena telah mengantongi tiga emas. Mereka bisa bermain dengan santai namun tetap fokus memenangkan pertandingan.

Gischa menginginkan agar perolehan empat emas itu membawa motivasi besar bagi tim untuk berprestasi di panggung yang lebih besar yaitu Paralimpiade.

Rekan Gischa, Felix Ardi Yudha mengatakan bahwa semua atlet telah berusaha keras untuk tampil sebaik mungkin selama turnamen, termasuk lada final nomor tim campuran melawan Thailand.

Ia mengatakan bahwa tantangan yang dihadapi ke depan akan lebih berat ketika di level Olimpiade karena akan berhadapan dengan tim-tim yang kuat seperti dari Portugal, Meksiko, dan lainnya.

"Jadi kami harus terus berusaha untuk lebih baik karena persaingan akan lebih ketat," katanya.

Baca juga: Boccia rebut emas ke-15 bagi kontingen Indonesia

Pewarta: Aloysius Lewokeda
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Aloysius Lewokeda

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira