Jakarta (ANTARA) - Penyerang Dewa United Banten FC Rafael Struick mengaku hanya ingin terus bekerja keras untuk menunjukkan performa terbaiknya bersama klub setelah kini ia lama absen membela Timnas Indonesia.
"Sejujurnya, saya tidak berharap apa-apa. Saya hanya berusaha untuk terus bekerja keras dan memberikan 100 persen kemampuan saya di Dewa," kata Rafa di Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu.
Rafa, sapaan akrabnya, sudah lebih dari satu tahun tak mendapatkan panggilan timnas senior, dengan "Garuda Calling" terakhirnya adalah pada dua laga terakhir Kualifikasi Piala Dunia 2026 putaran ketiga melawan China dan Jepang pada Juni tahun lalu.
Penampilan terakhir Rafa bersama tim senior Garuda adalah melawan Australia pada Maret 2025 yang diakhiri kekalahan 1-5.
Setelah itu, pemilik 23 caps untuk tim senior Indonesia tersebut hanya menjadi pemain cadangan dalam laga melawan Bahrain, China, dan Jepang, lalu tak lagi mendapatkan panggilan, bahkan setelah nahkoda tim Garuda beralih ke John Herdman sejak awal tahun.
Nama pemain kelahiran Leidschendam, Belanda, itu memang masih beberapa kali mengenakan seragam timnas dalam satu tahun terakhir, tetapi itu bukan bersama timnas senior, melainkan bersama tim U23 dan U22.
Kendati sudah lama tak mengenakan jersi Merah Putih, Rafa menegaskan dirinya tak menyerah. Fokusnya kini adalah menunjukkan penampilan terbaiknya setiap mendapatkan menit bermain bersama klubnya.
Musim ini Rafa tak pernah absen membela Dewa United Banten FC, dengan ia selalu tampil dalam tujuh laga di BRI Super League yang lima di antaranya dimulai sebagai starter.
Dari tujuh laga itu, Rafa telah mencatatkan satu gol dan satu assist. Kontribusinya untuk Dewa United Banten FC membawa timnya menempati peringkat kedua klasemen sementara dengan 14 poin, selisih empat poin dari pemuncak klasemen Persija Jakarta.
"Semoga performa dan kualitas permainan saya bisa terlihat sehingga pelatih dapat menyadarinya. Saya selalu siap jika dipanggil," kata Rafa.
Baca juga: Laga tandang timnas Indonesia melawan Yordania terancam batal
Pewarta: Zaro Ezza Syachniar
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Zaro Ezza Syachniar
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira