Jakarta (ANTARA) - Sejumlah ahli gizi membeberkan alasan mengapa pukul 10 sampai 11 malam menjadi waktu yang ideal untuk tidur di malam hari dan pengaruhnya pada kesehatan secara keseluruhan.
Dietisien terdaftar Michelle Routhenstein, M.S., RD, CDCES, CDN mengatakan hampir setiap sistem dalam tubuh mengikuti ritme sirkadian, jam internal sekitar 24 jam yang mempengaruhi nafsu makan, pencernaan, suhu tubuh, pelepasan hormon, tidur, termasuk tekanan darah.
Namun, jadwal tidur yang tidak teratur dapat mengganggu ritme tersebut.
“Waktu tidur yang tidak teratur dapat mengganggu ritme ini dan berkontribusi pada pola tekanan darah yang kurang menguntungkan. Mempertahankan waktu tidur dan bangun yang konsisten membantu mendukung proses pengaturan alami ini," kata Routhenstein dalam siarang Eating Well pada Senin (2/11) waktu setempat.
Baca juga: Asupan vitamin D dikaitkan dengan kualitas tidur
Baca juga: Konsumsi pisang bantu tingkatkan kualitas tidur
Routhenstein menjelaskan tekanan darah biasanya akan turun sekitar 10 sampai 20 persen selama tidur. Pola yang dikenal sebagai penurunan nokturnal. Ini memberi sistem kardiovaskular berada dalam periode tekanan yang lebih rendah.
Namun, beberapa orang mengalami penurunan tekanan darah yang lebih kecil dari yang diharapkan saat tidur, pola yang dikenal sebagai tidak menurun.
Tekanan darah tinggi merupakan salah satu faktor risiko penyakit jantung dan kematian yang paling dapat dicegah. Sayangnya, hampir di seluruh dunia penderitanya tidak dapat mengendalikannya.
Beberapa faktor gaya hidup mempengaruhi tekanan darah, termasuk stres, diet, aktivitas fisik, dan tidur. Penelitian menunjukkan bahwa jadwal tidur yang tidak teratur dan kurang tidur dikaitkan dengan tekanan darah yang lebih tinggi.
Penelitian telah mengaitkan pola ini dengan risiko komplikasi kardiovaskular yang lebih tinggi, termasuk serangan jantung, stroke, dan gagal jantung.
Baca juga: Tidur di atas jam 12 malam dapat mengganggu ritme sirkadian tubuh
“Tidur yang cukup dan konsisten mendukung ritme sirkadian alami tubuh, meskipun tidur saja tidak dapat menjamin pola penurunan yang sehat,” tambah Routhenstein.
Ia melanjutkan tidur dan bangun pada waktu yang berbeda setiap hari dapat lebih dari sekadar membuat merasa lelah keesokan harinya. Jadwal tidur yang tidak konsisten dapat mempengaruhi ritme alami tubuh dan proses yang terlibat dalam pengaturan tekanan darah.
Penelitian menunjukkan bahwa orang dewasa yang secara teratur tidur antara pukul 10 dan 11 malam mungkin memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit kardiovaskular, sementara mereka yang tidur setelah tengah malam mungkin memiliki risiko lebih tinggi.
Mengutip sebuah data, dokter spesialis kardiologi intervensi dan penyakit jantung struktural Devinder Singh, M.D turut menyampaikan kurangnya pola tidur yang biasa ini, yang sering terlihat pada kerja shift, jet lag, dan pola tidur terbalik, berdampak buruk pada seseorang hingga ke tingkat seluler dan menyebabkan aktivasi simpatik yang lebih besar, disfungsi sel endotel, dan bahkan kekakuan dinding jantung.
Kurang tidur secara teratur juga dapat mengganggu proses pemulihan alami tubuh di malam hari, yaitu ketika detak jantung melambat, pembuluh darah rileks, dan tekanan darah turun.
Meski demikian, para ahli sepakat bahwa terdapat kemungkinan sebagian orang tidak dapat tidur pada waktu tersebut. Namun, mereka menyatakan waktu tidur terbaik adalah waktu yang secara konsisten memungkinkan untuk mendapatkan tujuh hingga sembilan jam tidur.
Baca juga: Batasi paparan layar sebelum tidur demi menjaga energi tubuh
Baca juga: Panduan mengurangi konsumsi kopi untuk jaga kualitas tidur
Baca juga: Studi: Makan kacang kenari bantu tidur jadi lebih cepat
Penerjemah: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Hreeloita Dharma Shanti
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira