Jakarta (ANTARA) - Ketua DPR Puan Maharani menyatakan pertolongan kesehatan harus lebih mudah dijangkau masyarakat, menyusul meninggalnya balita asal Sulawesi Selatan, NS (1), pada Kamis (29/10), diduga akibat tidak makan selama sepuluh hari.
“Pertolongan kesehatan harus lebih mudah dijangkau masyarakat, terutama bagi keluarga yang kurang memiliki akses informasi. Pelayanan dari negara harus bisa jemput bola dalam keadaan tertentu,” kata Puan dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
NS menjadi perhatian publik setelah muncul kabar bahwa balita berusia satu tahun tersebut meninggal dunia akibat tidak mendapat asupan makanan dan susu selama sepuluh hari.
Belakangan diketahui NS mengalami komplikasi sejumlah masalah kesehatan dan kehilangan nafsu makan akibat sakit.
NS sempat mengalami demam dan kejang di rumah sebelum keluarga meminta bantuan perangkat desa setempat. Ia kemudian dibawa ke RSUD H Andi Sulthan Daeng Radja dalam kondisi kritis dan sempat menjalani perawatan di ruang intensive care unit (ICU).
Menurut Puan, peristiwa tersebut perlu menjadi perhatian bersama untuk memastikan masyarakat dapat memperoleh pertolongan kesehatan sesegera mungkin.
Pemerintah, lanjut dia, perlu memastikan masyarakat dapat memperoleh pertolongan sejak kondisi kesehatan anak mulai memburuk, termasuk dengan memperkuat sosialisasi kesehatan dan pendampingan bagi keluarga yang membutuhkan.
Ia juga meminta pemerintah daerah bersama pihak pelayanan kesehatan menelusuri perjalanan penanganan NS secara menyeluruh dengan tetap menghormati keluarga.
Puan mengatakan pemerintah pusat dan daerah perlu memperkuat jangkauan pelayanan kesehatan bagi anak-anak dari keluarga rentan, termasuk melalui edukasi agar masyarakat mampu mengenali kondisi yang membutuhkan penanganan medis segera.
Selain itu, ia mendorong penguatan peran perangkat desa yang berhubungan langsung dengan masyarakat agar dapat membantu warga memperoleh pelayanan kesehatan.
“Keberadaan layanan perlu disertai kepastian bahwa warga mampu menggunakannya. Kebutuhan transportasi, pendampingan, dan pengasuhan anggota keluarga lainnya dapat memengaruhi keputusan seseorang untuk membawa anak berobat,” katanya.
DPR berkomitmen mengawal tindak lanjut pemerintah agar pelayanan kesehatan menjangkau keluarga yang paling membutuhkan serta memastikan kesinambungan pendampingan bagi anak yang memiliki risiko kesehatan.
“Setiap keluarga perlu mempunyai kepastian bahwa ketika anak sakit, ada pertolongan yang dapat mereka jangkau,” demikian Ketua DPR.
Baca juga: Puan ingatkan pemerintah perhatikan petugas-relawan tangani karhutla
Baca juga: Puan minta penegakan hukum 20 korporasi kasus karhutla transparan
Baca juga: Ketua DPR: Pemuda harus lebih didengar dan diberi ruang demi kemajuan
Pewarta: Fath Putra Mulya
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Fath Putra Mulya
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira