Poso, Sulawesi Tengah (ANTARA) - PT Poso Energy melakukan penebaran kembali (restocking) sebanyak 1.000 benih ikan sidat di kawasan Batu Apung atau Watuyano, Desa Dulumai, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, sebagai upaya mendukung pemulihan populasi ikan endemik sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem perairan Danau Poso.
"Kegiatan restocking periode kedua 2026 ini merupakan komitmen PT Poso Energy terhadap pelestarian lingkungan dan habitat ekosistem sidat. Kali ini kami melepas sekitar 1.000 ekor sidat jenis Anguilla marmorata di lokasi Batu Apung atau Watuyano, Desa Dulumai, Danau Poso," kata Manager Representatif Corporate Social Responsibility (CSR) PT Poso Energy Agus Syamsi di Poso, Senin.
Ia menjelaskan program tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pelestarian lingkungan dan menjaga keseimbangan ekosistem perairan danau yang menjadi habitat alami ikan sidat.
Ia mengatakan kegiatan penebaran benih sidat tersebut merupakan pelaksanaan periode kedua sepanjang 2026 yang dilakukan secara berkala dan terukur.
Menurut dia, kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi perusahaan dalam mendukung pelestarian spesies ikan asli Danau Poso, sekaligus menjaga keberlangsungan habitat perairan agar tetap mampu menopang kehidupan berbagai jenis biota.
Upaya menjaga populasi sidat di Danau Poso tidak hanya dilakukan melalui penebaran kembali benih, tetapi juga membutuhkan dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, kalangan akademisi, pelaku usaha hingga masyarakat yang bermukim di sekitar kawasan danau.
Lebih lanjut, ia mengatakan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan diperlukan agar upaya konservasi dapat berjalan berkelanjutan, terutama dalam menjaga kualitas habitat, mengendalikan aktivitas yang berpotensi mengganggu ekosistem, serta mempertahankan siklus hidup ikan sidat.
Baca juga: Pemkot Palangka Raya tebar 70.000 benih ikan di Danau Hanjalutung
Baca juga: Gubernur Lampung: Restocking ikan jaga ekosistem ikan di kawasan hutan
Selain program restocking, PT Poso Energy juga mengembangkan fasilitas jalur khusus ikan atau fishway pada bendungan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang dikelola perusahaan.
Fasilitas tersebut dirancang untuk membantu pergerakan ikan melewati bangunan bendungan sehingga tetap memiliki akses migrasi dari dan menuju kawasan danau.
Keberadaan fishway diharapkan dapat mendukung keberlangsungan siklus hidup ikan sidat yang secara alami membutuhkan jalur migrasi untuk menjalankan proses pertumbuhan dan reproduksi.
Sehingga upaya pelestarian tidak hanya berorientasi pada penambahan populasi ikan melalui penebaran benih, tetapi juga memastikan tersedianya jalur pergerakan yang memungkinkan ikan mempertahankan siklus hidupnya di habitat alami.
Ia mengatakan Danau Poso merupakan salah satu ekosistem perairan penting di Sulawesi Tengah yang memiliki kekayaan keanekaragaman hayati dan menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat di sekitarnya.
Karena itu, keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya alam dan perlindungan lingkungan menjadi aspek penting dalam menjaga keberlanjutan fungsi danau.
Ia mengharapkan berbagai upaya pelestarian tersebut dapat memperkuat perlindungan ekosistem Danau Poso sehingga kekayaan hayati, termasuk ikan sidat, tetap terjaga dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.
Baca juga: KKP sebut "restocking" benih ikan sebagai jurus jitu ketahanan pangan
Baca juga: KKP ingin "restocking" ikan secara swadaya diperbanyak, ini tujuannya
Pewarta: Nur Amalia Amir
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Nur Amalia Amir
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira