Surabaya, Jawa Timur (ANTARA) - PT PAL Indonesia (Persero) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkuat pengembangan teknologi maritim dalam negeri melalui riset sistem pendorong berbasis energi bersih untuk KRI Sriwijaya-100 guna mendukung kemandirian teknologi pertahanan nasional.

Direktur Produksi PT PAL Indonesia Diana Rosa mengatakan keterlibatan industri dalam kegiatan riset menjadi faktor penting agar hasil penelitian dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan teknologi nasional.

"Bagi kami, hasil riset harus diterjemahkan menjadi teknologi yang aplikatif dan menjawab kebutuhan industri," katanya di Surabaya, Selasa.

Penguatan kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Riset dan Pemanfaatan Hasil Riset dan Inovasi di Bidang Industri Maritim Indonesia.

Melalui kerja sama itu, kedua pihak membuka ruang kolaborasi dalam riset, pengembangan, dan pemanfaatan hasil inovasi di sektor industri maritim, energi, serta industri proses.

Riset sistem pendorong berbasis energi bersih untuk KRI Sriwijaya-100 menjadi salah satu fokus kerja sama ini sekaligus bagian dari penjajakan pengembangan teknologi propulsi dan energi yang lebih maju dengan mengandalkan kemampuan riset nasional.

Bagi industri galangan kapal dalam negeri, penguasaan teknologi propulsi menjadi bagian penting dalam memperkuat kemampuan desain, rekayasa, hingga integrasi berbagai sistem pada kapal, sehingga pengembangannya tidak sepenuhnya bergantung pada teknologi dari luar negeri.

"Pengembangan sistem pendorong KRI Sriwijaya-100 menjadi salah satu langkah untuk mempertemukan kemampuan riset dengan pengalaman industri," ujar dia.

Diana berharap sinergi antara PT PAL dan BRIN dapat menghasilkan teknologi yang memiliki nilai strategis bagi penguatan industri maritim nasional sekaligus meningkatkan kompetensi sumber daya manusia dalam penguasaan teknologi perkapalan.

Kolaborasi tersebut juga diharapkan memperpendek jarak antara hasil penelitian di lembaga riset dengan kebutuhan operasional industri sehingga inovasi yang dikembangkan tidak berhenti pada tahap penelitian, tetapi dapat diarahkan menuju penerapan nyata.

Melalui kesinambungan kerja sama ini, kata Diana, PT PAL dan BRIN berupaya memperkuat kapasitas nasional dalam mengembangkan teknologi strategis bidang kemaritiman sebagai bagian dari upaya membangun industri maritim yang mandiri dan berdaya saing.

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Astrid Faidlatul Habibah

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira