Jakarta (ANTARA) - Direktur Umum dan Hukum Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi Deva Rachman mengatakan, Program Inkubasi Bisnis Koperasi tidak boleh berorientasi pada penyelesaian kegiatan administratif, namun harus mampu menghasilkan perubahan nyata pada kapasitas dan kemandirian koperasi.

"Program inkubasi ini harus mampu menangkap potensi lokal dari masing-masing koperasi," kata Deva dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Menurut dia, LPDB Koperasi bersama Pusat Inkubator Bisnis dan Kewirausahaan (PIBI) IKOPIN sedang menjalankan Program Inkubasi Bisnis Koperasi Tahun 2026 dan mulai menunjukkan perkembangan positif.

Melalui pendampingan terstruktur, kata dia, sejumlah koperasi peserta program mengalami kemajuan dalam penguatan kelembagaan, pengelolaan keuangan, pengembangan usaha, hingga pemanfaatan teknologi digital.

Baca juga: Pembiayaan pertanian LPDB Koperasi tembus Rp379,28 miliar pada 2026

Deva menegaskan bahwa program inkubasi tidak boleh hanya berorientasi pada penyelesaian kegiatan secara administratif.

Lebih dari itu, program harus mampu menghasilkan perubahan nyata pada kapasitas dan kemandirian koperasi, sehingga ke depan dapat tumbuh secara berkelanjutan serta memiliki kesiapan untuk mengakses pembiayaan.

Menurut Deva, salah satu hal penting dalam pelaksanaan inkubasi adalah memastikan pendampingan disesuaikan dengan potensi dan karakteristik masing-masing koperasi.

Karena kata dia, setiap daerah memiliki peluang usaha yang berbeda, sehingga pengembangan koperasi perlu bertumpu pada potensi ekonomi lokal, bukan sekadar mengikuti pola usaha yang seragam.

Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Khaerul Izan

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira