Jakarta (ANTARA) - Program Bebersih Kampung 2026 memberikan hadiah Rp100 juta kepada 10 rukun warga (RW) di wilayah Jakarta Selatan sebagai upaya menjaga kebersihan dan mendorong partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan.

“Kami bersama teman-teman menginisiasi gerakan ini karena persoalan sampah, terutama di Jakarta, adalah persoalan yang tidak bisa ditunda-tunda. Pemerintah Provinsi sudah melakukan berbagai upaya, tetapi yang harus terus ditumbuhkan adalah kesadaran masyarakat,” kata Founder Program Bebersih Kampung 2026 Ida Fauziyah di Setu Babakan, Jakarta, Selasa.

Ida mengatakan Program Bebersih Kampung diinisiasi sebagai upaya mendorong kesadaran dan keterlibatan aktif masyarakat dalam mengatasi persoalan sampah, khususnya di Jakarta.

Menurut Ida, persoalan sampah tidak bisa lagi ditunda dan membutuhkan kerja bersama antara pemerintah dan warga.

Ia menjelaskan program tersebut menjadikan RW sebagai basis gerakan agar kesadaran menjaga kebersihan tumbuh langsung dari lingkungan tempat tinggal masyarakat.

Menurutnya, kebijakan pemerintah harus disambut dengan partisipasi nyata mulai dari tingkat RT, RW, hingga komunitas yang lebih luas.

“Ini adalah upaya menumbuhkan kesadaran masyarakat. Karena itu, basisnya adalah RW. Kami ingin Instruksi Gubernur Nomor 5 disambut dengan partisipasi aktif masyarakat, mulai dari RT, RW, dan seterusnya,” kata Wakil Ketua Umum DPP PKB itu.

Ida menegaskan penanganan sampah bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah. Masyarakat juga perlu memahami bahwa sampah yang dibuang sembarangan dapat menimbulkan dampak serius, mulai dari banjir hingga penyebaran penyakit.

“Sampah yang kita buang bisa kembali kepada kita dalam berbagai bentuk, bisa berupa banjir maupun wabah penyakit. Karena itu, kemampuan kita bukan hanya membuang sampah, tetapi juga memilahnya, mana yang masih bisa dimanfaatkan dan diolah kembali,” katanya.

Sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan, Ida berharap Program Bebersih Kampung dapat menginspirasi para anggota DPR RI maupun DPRD di berbagai daerah untuk menghadirkan kegiatan yang menjawab kebutuhan nyata masyarakat.

Sementara itu, Wali Kota Jakarta Selatan Syafrin Liputo mengapresiasi penyelenggaraan Program Bebersih Kampung 2026.

Ia menilai pemilihan Setu Babakan sebagai lokasi penyerahan hadiah memiliki makna tersendiri karena kawasan tersebut merupakan salah satu pusat pelestarian budaya Betawi.

“Pemilihan Setu Babakan sangat tepat dan bermakna. Perkampungan Setu Babakan bukan hanya simbol Betawi, tetapi juga cerminan gotong royong, kebersihan lingkungan, dan tradisi yang diwariskan turun-temurun di tanah Betawi,” kata Syafrin.

Ia menegaskan menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, bukan hanya pemerintah.

Adapun 10 RW pemenang Program Bebersih Jakarta 2026, yakni:

1. Kecamatan Jagakarsa, Kelurahan Ciganjur, RW 05;

2. Kecamatan Pasar Minggu, Kelurahan Cilandak Timur, RW 06;

3. Kecamatan Pancoran, Kelurahan Rawajati, RW 03;

4. Kecamatan Kebayoran Baru, Kelurahan Gunung, RW 06;

5. Kecamatan Setiabudi, Kelurahan Pasar Manggis, RW 12;

6. Kecamatan Kebayoran Baru, Kelurahan Gandaria Utara, RW 07;

7. Kecamatan Mampang Prapatan, Kelurahan Tegal Parang, RW 03;

8. Kecamatan Setiabudi, Kelurahan Karet Kuningan, RW 04;

9. Kecamatan Kebayoran Lama, Kelurahan Grogol Utara, RW 07;

10. Kecamatan Cilandak, Kelurahan Cilandak Barat, RW 08.

Baca juga: DPRD DKI dukung langkah Pemprov atasi masalah sampah secara tuntas

Baca juga: Kurangi beban TPST Bantargebang, Pondok Pinang pilah sampah dari rumah

Baca juga: Prakarsa Warga dorong pasar di Jakarta kelola sampah secara mandiri

Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Luthfia Miranda Putri

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira