Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memutuskan pihaknya akan menata kawasan perdagangan Tanah Abang secara bertahap dengan tetap menjaga mata pencaharian pedagang dan masyarakat.

Menurut Pramono, penataan akan mencakup pengaturan parkir, penertiban aktivitas ilegal, pengelolaan sampah, serta pembenahan fasilitas pendukung agar aktivitas ekonomi warga tetap berjalan.

“Dalam rapat juga disetujui untuk penataan kawasan Tanah Abang, baik itu Blok A, B, C, D, E, F, hal yang berkaitan dengan parkir liar, hal yang berkaitan dengan premanisme, penjualan obat-obatan, dan sebagainya,” kata Pramono setelah menggelar rapat di Kecamatan Tanah Abang, Kamis.

Pramono menilai Tanah Abang merupakan kawasan strategis yang mempertemukan pusat perdagangan, perkantoran, transportasi dan permukiman dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat yang beragam.

Oleh karena itu, pembenahan kawasan memerlukan koordinasi lintas perangkat daerah serta pendekatan yang mempertimbangkan kebutuhan warga.

Penataan kawasan akan melibatkan Dinas Perhubungan, Satpol PP, Perumda Pasar Jaya, dan Perumda Pembangunan Sarana Jaya.

Selain pengaturan parkir dan ketertiban, Pemprov DKI Jakarta juga memperhatikan pengelolaan sampah melalui fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).

Pramono menegaskan penertiban tidak boleh hanya mengandalkan tindakan represif tanpa menyiapkan solusi bagi masyarakat yang menggantungkan penghidupan di kawasan tersebut.

Menurutnya, pendekatan seperti itu justru berpotensi membuat persoalan kembali terulang.

“Karena saya meyakini kalau dilakukan dengan kekerasan atau tindakan berlebihan tetapi tidak disiapkan untuk para pedagang atau masyarakat itu tetap bisa mencari periuk nasinya, pasti akan kembali lagi,” jelas Pramono.

Selain penataan kawasan perdagangan, rapat tersebut juga membahas tiga persoalan strategis lainnya, yakni pengendalian banjir, keselamatan pejalan kaki, dan pemenuhan fasilitas pendidikan.

Untuk penanganan banjir, Pemprov DKI Jakarta memutuskan pemasangan turap (sheet pile) dan parapet di Kali Krukut, pengadaan pompa air bergerak, serta kelanjutan pengerukan sedimentasi dan perbaikan saluran mikro.

Penanganan diarahkan pada kawasan rawan genangan, antara lain Karet Tengsin, Petamburan, dan Bendungan Hilir.

Di sektor pendidikan, Pramono mengarahkan pengembangan sekolah negeri terpadu di Kelurahan Petamburan untuk memenuhi kebutuhan sekolah menengah pertama negeri.

Rencana tersebut mencakup penggabungan lahan SDN Petamburan 05 dan 07 dengan fasilitas pendidikan terdekat menjadi kawasan sekolah seluas sekitar 6.900 meter persegi.

Bangunan direncanakan memiliki lima hingga enam lantai dengan sebagian area dimanfaatkan sebagai sarana olahraga.

Ia juga menyampaikan Pemprov DKI Jakarta bersama DPRD tengah memfinalisasi kebijakan sekolah swasta gratis. Hasil pembahasan akan diumumkan setelah memperoleh keputusan.

Sementara itu, Camat Tanah Abang Dwiarti Indriani Utami menyatakan kesiapan jajarannya menindaklanjuti arahan Gubernur, khususnya dalam penataan kawasan dan penanganan persoalan sosial.

Ia menjelaskan penyiapan sarana dan prasarana menjadi langkah awal sebelum masyarakat dilibatkan dalam program pemerintah.

“Nantinya itu akan dipersiapkan dulu sarana prasarananya, nanti baru kita akan punya pola untuk bisa merangkul atau menggandeng yang bersangkutan untuk bisa ikut dalam program-program Pemprov DKI,” ujar Dwiarti.

Baca juga: DKI akan revitalisasi sekolah hingga tambah sekolah swasta gratis

Baca juga: Gubernur DKI segera tindak lanjuti hasil rapat di tiap kecamatan

Baca juga: Bakal rapat di 44 kecamatan, Pramono ingin cari solusi masalah warga

Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Lifia Mawaddah Putri

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira