Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo berharap penganugerahan Duta Antihoaks semakin membuat generasi muda mampu berpikir kritis dan senantiasa membantu memberantas hoaks yang berkembang di masyarakat.

“Kadang-kadang, dalam hoaks itu betul-betul abu-abu. Pemerintah Jakarta melalui Dinas Kominfotik (Komunikasi, Informatika, dan Statistik) sebenarnya sudah punya apa yang disebut dengan Jakarta Lawan Hoaks atau Jala Hoaks, tetapi tidak cukup tanpa melibatkan anak-anakku sekalian. Maka untuk itu, Pemerintah DKI Jakarta ingin melibatkan saudara-saudara sekalian secara proaktif,” ujar Pramono dalam acara Penganugerahan Duta Anti Hoaks Jakarta Tahun 2026 di Balai Kota, Jakarta, Senin.

Penganugerahan tersebut merupakan puncak rangkaian program yang telah berlangsung sejak Juli 2026 dan diikuti 356 siswa dari 119 SMA Negeri di Jakarta.

Setelah melewati seleksi administrasi dan seleksi bertahap, peserta mendapatkan pembinaan melalui In House Training serta pembekalan penyusunan kampanye literasi digital.

Dari proses tersebut, terpilih 10 finalis yang menjalankan proyek kampanye literasi digital pada 28 Agustus-25 September 2026 dan mempresentasikan hasilnya di hadapan dewan juri pada 29 September 2026.

Baca juga: Penipuan atas nama pejabat jadi hoaks terbanyak di Jakarta saat ini

Pramono mengatakan capaian Jakarta yang meraih peringkat pertama nasional dalam Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) selama dua tahun berturut-turut perlu diiringi dengan peningkatan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi secara kritis dan bertanggung jawab.

Untuk itu, dia menilai generasi muda memiliki posisi strategis dalam memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi tantangan informasi.

Duta Antihoaks pun diharapkan tidak berhenti sebagai penerima penghargaan, tetapi menjadi penggerak literasi digital di sekolah, komunitas, hingga masyarakat.

“Membangun Jakarta adalah membangun masa depan. Membangun Jakarta adalah membangun harapan. Membangun Jakarta adalah membangun keinginan. Membangun Jakarta adalah membangun motivasi. Membangun Jakarta adalah membangun cita-cita bersama. Jadi, anak-anakku sekalian, gunakan kesempatan ini sebaik-baiknya,” ungkap Pramono.

Program Duta Antihoaks Jakarta 2026 turut didukung melalui kolaborasi lintas sektor bersama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital, Bank Indonesia Perwakilan Jakarta, PT Transportasi Jakarta, PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (Perseroda), PT Pelabuhan Indonesia (Persero), PT Pembangunan Jaya Ancol, PT Bank Jakarta, PT Empat Puluh Kreasi (Fortyshot), dan PT MRT Jakarta (Perseroda).

Melalui program itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendorong penguatan gerakan Jakarta Lawan Hoaks sebagai gerakan bersama yang membangun kebiasaan baru di masyarakat, kritis menerima informasi, cermat memverifikasi, dan bertanggung jawab sebelum membagikan.

Upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen membangun Jakarta yang tidak hanya maju secara teknologi, tetapi juga memiliki masyarakat yang tangguh menghadapi disinformasi serta mampu menjaga ruang digital tetap sehat, aman, dan terpercaya.

Baca juga: Pemprov DKI siapkan generasi muda jadi garda depan lawan hoaks

Baca juga: Pemprov DKI ajak kreator konten perangi hoaks melalui cek fakta

Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Lifia Mawaddah Putri

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira