Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meminta kepada Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jakarta Utara (Jakut) agar ikut menangani permasalahan narkoba di Kampung Bahari.

“Kemarin, Forkopimda Jakarta Utara bersama dengan Polda dan juga TNI sudah turun ke lapangan untuk menindaklanjuti apa yang menjadi arahan dari Bapak Kapolda, dan saya juga memerintahkan langsung untuk hal tersebut,” ungkap Pramono di Jakarta Pusat, Selasa.

Pria yang akrab disapa Pram itu juga memberikan dukungan sepenuhnya kepada polisi untuk memberantas narkoba di kawasan tersebut.

Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Dadang Hartanto menekankan pentingnya penataan lingkungan di Kampung Muara Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, agar kawasan tersebut tidak kembali dimanfaatkan untuk aktivitas peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

"Penanganan kawasan rawan narkoba tidak cukup hanya melalui penyisiran dan penegakan hukum. Diperlukan langkah lanjutan yang memperhatikan kondisi lingkungan dan kehidupan sosial masyarakat," tutur Dadang.

Baca juga: Gubernur DKI dukung upaya polisi berantas narkoba di Kampung Bahari

Saat menyusuri kawasan sekitar rel kereta api, Dadang melihat sejumlah bangunan yang diduga kuat dimanfaatkan sebagai lapak aktivitas penyalahgunaan narkoba. Kondisi kerawanan fisik tersebut dinilainya perlu ditangani bersama secara lintas sektor agar tidak berulang.

Dia juga mengaku telah berkomunikasi dengan pihak perkeretaapian mengenai rencana penataan kawasan di sepanjang bantaran rel tersebut.

Langkah itu, kata dia, memerlukan kolaborasi intensif dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta serta pemangku kepentingan terkait, termasuk dalam memikirkan solusi permukiman warga.

"Penataan lingkungan sosial inilah yang perlu kerja sama sekaligus penyadaran masyarakat," ujar Dadang.

Menurut dia, penataan kawasan tersebut tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik lingkungan, tetapi juga membangun kepedulian warga untuk aktif mencegah peredaran gelap narkoba. Pendekatan sosial itu tetap mempertimbangkan kebutuhan warga setempat yang mencari nafkah secara sah.

Lebih lanjut, dia menuturkan kepolisian memiliki batasan kewenangan dalam penanganan masalah permukiman dan tata kota. Oleh karena itu, keterlibatan pemerintah daerah dan PT KAI dinilai sangat vital agar penataan kawasan tersebut berjalan sesuai porsi tanggung jawab masing-masing.

Dadang pun berharap penanganan Kampung Bahari tidak berhenti begitu operasi kepolisian selesai, melainkan berlanjut hingga kawasan tersebut benar-benar aman, tertata, dan bersih dari narkoba.

Baca juga: Cegah narkoba, Kapolda Metro nilai pentingnya penataan Kampung Bahari

Baca juga: Polisi tangkap 27 orang dan sita senpi saat gerebek Kampung Bahari

Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Lifia Mawaddah Putri

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira