Mana yang tidak efisien? Dan kita mampu mengendalikan

Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto menjawab tudingan kabinet gemuk dan tidak efisien dengan menegaskan bahwa satu kabinet untuk negara berpenduduk hampir 300 juta jiwa dan seluas Eropa, justru lebih efisien dibanding 30 kabinet yang ada di benua itu.

"Kita dituduh kabinet gemuk. Tidak efisien. Tapi saudara-saudara, saya ingatkan, negara kita hampir 300 juta. Negara kita fisiknya sebesar Eropa," kata Presiden Prabowo saat membuka Sidang Kabinet Paripurna Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu.

Prabowo menjelaskan Eropa terdiri atas sekitar 30 negara, sehingga di wilayah tersebut terdapat 30 kabinet, 30 menteri keuangan, 30 panglima angkatan bersenjata, 30 jaksa agung, dan 30 kepala kepolisian.

Baca juga: Prabowo tekankan ketahanan dan persatuan hadapi ketidakpastian global

Sementara itu, menurut Presiden, Indonesia dengan wilayah yang setara hanya dijalankan oleh satu kabinet.

"Mana yang tidak efisien? Dan kita mampu mengendalikan," ujar Prabowo.

Presiden mengakui koalisi pemerintahannya berukuran besar karena ia ingin sebanyak mungkin kekuatan politik bersatu untuk memperbaiki kehidupan rakyat.

Ia juga berkelakar bahwa persaingan politik di negara sebesar Indonesia pasti keras karena kursi terbatas dan presidennya hanya satu.

Baca juga: Prabowo ibaratkan kabinet seperti tim sepak bola, ada cadangan

Sebagai bukti kemampuan kabinet mengendalikan keadaan, Prabowo menyebut penanganan bencana di Sumatera bagian utara, gempa bumi, aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau, hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dihadapi pemerintah secara kompak.

Prabowo juga mengibaratkan perjalanan pemerintahan seperti pertandingan sepak bola, dengan dua tahun pertama belum mencapai turun minum dari masa jabatan lima tahun. Sehingga, para "pemain cadangan" diminta tidak frustrasi karena pada saatnya akan dimainkan.

Sidang Kabinet Paripurna tersebut digelar untuk memaknai dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran dan dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, para menteri koordinator, menteri, kepala badan, Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung, Gubernur Bank Indonesia, serta Ketua OJK.

Baca juga: Presiden sebut bangsa Indonesia selalu diserang saat bangkit

Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Aditya Ramadhan

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira