Jakarta (ANTARA) - Polri bersama National Narcotics Control Commission (NNCC) atau Komisi Nasional Pengendali Narkotika China memperkuat kolaborasi dalam upaya mengungkap jaringan penyelundup narkotika cair lintas negara.

Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Rabu, mengatakan Polri bersama NNCC telah menjalin kerja sama pemberantasan narkotika dan berhasil mengungkap kasus laboratorium narkoba (clandestine lab) di Kabupaten Pidie, Aceh.

Laboratorium tersebut memproduksi sabu cair menjadi sabu kristal. Dari pengungkapan kasus, total terdapat 11 orang yang diamankan di mana 10 orang, di antaranya telah ditetapkan tersangka, serta menyita barang bukti 1,2 ton sabu.

Ia mengatakan kolaborasi yang terjalin akan terus ditingkatkan untuk menjaga Indonesia dan negara-negara lain dari ancaman narkoba.

“Kami, pemerintah Indonesia, Polri dalam hal ini, menyampaikan bahwa kita sangat serius untuk melakukan upaya pemberantasan narkotika di Indonesia. Dan kami juga akan senantiasa mendukung pemerintah China dalam rangka mengungkap jaringan besarnya,” katanya.

Terkait perkembangan kasus laboratorium narkoba di Aceh, Kapolri mengatakan bahwa saat ini penyidik tengah memburu pihak pemodal.

Baca juga: Polri tukar buronan dengan Kepolisian China

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal NNCC China Lan Weihong menjelaskan mulanya pada tahun 2025, pihaknya menemukan petunjuk penting terkait jaringan penyelundupan narkotika cair di daerah Myanmar, Thailand, dan Laos.

“Dengan penyelidikan selama satu tahun yang intensif, memang kami sudah mengetahui kondisi kelompok kejahatan ini sudah mengirimkan narkotika cair dari daerah Myanmar, Thailand, Laos. Sudah beberapa kali melakukan penyelundupan dan pengiriman ke Indonesia,” katanya.

Pada September 2026, NNCC China melaporkan hal tersebut kepada Badan Narkotika Nasional (BNN) RI.

Dengan dukungan dari NNCC China dan juga dari bagian pengendali narkotika Kepolisian Malaysia, pada Oktober 2026, kasus laboratorium narkoba jenis sabu cair di Aceh berhasil dibongkar oleh BNN RI bersama Polri dan instansi terkait lainnya.

Weihong menyebut NNCC China sendiri telah menangkap tujuh orang di China terkait jaringan narkotika cair.

Menurut dia, keberhasilan pengungkapan jaringan narkotika cair di Aceh menunjukkan bahwa China, Indonesia, dan Malaysia serius memberantas jaringan narkotika lintas negara.

“Kita menunjukkan kapasitas penyelidikan yang sangat profesional, operasi gabungan yang kompak, pengambilan keputusan yang tegas, saling pengertian, dan juga akhirnya bisa mengungkapkan kasus ini dan mencapai hasil yang nyata dan luar biasa,” ujarnya.

Baca juga: Kapolri: Laboratorium 1,2 ton sabu di Aceh dikendalikan ahli kimia

Ia pun berharap kerja sama upaya pemberantasan narkotika antara Indonesia dan China ke depan dapat memberikan kontribusi yang lebih besar untuk keamanan publik dan kesejahteraan rakyat.

Dittipidnarkoba Bareskrim Polri menetapkan 10 tersangka terdiri dua warga negara (WN) China dan delapan warga negara Indonesia (WNI) dalam kasus laboratorium narkoba di Pidie, Aceh.

Dua warga negara China tersebut berperan sebagai koki atau ahli kimia pengolahan sabu cair menjadi sabu kristal. Keduanya dijemput oleh tersangka WNI di Malaysia dan kemudian dibawa ke Aceh.

Baca juga: Polri tetapkan 10 tersangka kasus laboratorium narkoba di Pidie

Baca juga: Ditjen Imigrasi deportasi buronan Pemerintah China

Baca juga: Bea Cukai dan Polri Gagalkan Penyelundupan Sabu Jaringan Tiongkok-Indonesia

Pewarta: Nadia Putri Rahmani
Editor: La Ode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Nadia Putri Rahmani

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira