Jakarta (ANTARA) - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengajak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara damai, tertib, dan bertanggung jawab.
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir di Jakarta, Selasa, mengatakan perbedaan pandangan dan kritik merupakan bagian dari demokrasi yang sehat.
Oleh karena itu, masyarakat diharapkan tidak ragu menyampaikan aspirasi, tetapi tetap mengedepankan cara-cara yang konstruktif dan tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi.
“Polri menghormati setiap aspirasi masyarakat. Kritik dan perbedaan pendapat merupakan bagian dari demokrasi. Mari sampaikan aspirasi secara damai, jaga ruang publik bersama, dan jangan mudah terprovokasi,” katanya.
Di lapangan, ujar Isir, Polri mengedepankan pelayanan yang humanis melalui komunikasi dan pendekatan persuasif agar masyarakat dapat menyampaikan pendapat dengan baik.
Baca juga: Kemkomdigi dan Polri perkuat kerja sama penumpasan kejahatan digital
Meski demikian, partisipasi masyarakat juga dibutuhkan untuk menjaga ketertiban, menghormati sesama, serta memastikan hak setiap warga tetap terpenuhi.
Jenderal polisi bintang dua itu juga mengingatkan agar ruang demokrasi di dunia digital turut dijaga bersama agar perbedaan pandangan tidak berkembang menjadi kesalahpahaman.
“Demokrasi bukan hanya tentang keberanian menyampaikan pendapat, tetapi juga kedewasaan dalam menghormati perbedaan. Polri bersama masyarakat. Mari kita jaga agar aspirasi tersampaikan, pelayanan berjalan baik, dan kehidupan bermasyarakat tetap aman serta damai,” ucapnya.
Diketahui, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) hingga berbagai elemen masyarakat akan menggelar aksi unjuk rasa pada Rabu (28/10).
Adapun aksi unjuk rasa oleh BEM UI akan digelar di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat.
Baca juga: Anggota DPR nilai Kapolri harus diberi ruang menata organisasi
Pewarta: Nadia Putri Rahmani
Editor: Imam Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Nadia Putri Rahmani
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira