Semarang (ANTARA) - Polrestabes Semarang, Jawa Tengah (Jateng) menyelidiki dugaan kelalaian dalam peristiwa kematian atlet cabang olahraga selam saat bertanding dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng 2026.

"Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui secara menyeluruh bagaimana peristiwa itu terjadi," kata Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Erlin Tang Jaya di Semarang, Senin

Menurut dia, penyelidikan bertujuan untuk mengetahui kronologis serta faktor-faktor yang berkaitan dengan meninggalnya atlet tersebut.

Hingga saat ini, kata dia, sudah ada empat saksi yang dimintai keterangan.

Keempat saksi yang dimintai keterangan, lanjut dia, antara lain tenaga medis, petugas motoris yang melakukan pengawasan di area perlombaan, serta pihak penyelenggara kegiatan.

"Keterangan mereka kami perlukan untuk mengetahui situasi di lapangan, termasuk bagaimana pengawasan dan penanganan ketika korban mengalami kondisi darurat," katanya.

Berkaitan dengan penyebab kematian, ia mengatakan bahwa hasil pemeriksaan medis sementara menunjukkan adanya kandungan air dalam jumlah banyak di paru-paru korban.

"Ada kemungkinan korban mengalami tenggelam. Namun, untuk memastikan keseluruhan penyebab dan keadaan yang menyertai kejadian ini, pemeriksaan masih terus kami dalami," katanya.

Ia menambahkan penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan untuk memastikan apakah ada unsur kelalaian atau tidak

Sebelumnya, atlet selam asal Kabupaten Jepara, Syabilla Rizkia Putri Raharja, meninggal dunia saat mengikuti perlombaan dalam Porprov Jawa Tengah 2026 yang digelar di pesisir laut Awann Costa, Semarang Barat, Kota Semarang, Minggu (25/10).

Syabilla diduga kelelahan saat mengikuti nomor selam laut yang harus menempuh jarak 3 km tersebut.

Sehari sebelum menjalani nomor selam laut, Syabilla juga bertanding dalam nomor selam di kolam renang Jatidiri Semarang yang membuahkan dua medali emas dari dua nomor yang berbeda.

Pewarta: Immanuel Citra Senjaya
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Immanuel Citra Senjaya

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira