Jakarta (ANTARA) - Tim gabungan Kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali menggerebek lokasi yang diduga jadi markas peredaran narkoba di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Minggu.

"Tim gabungan dari Direktorat Narkoba Polda Metro, BNN, Brimob, Polres Metro Jakarta Utara," kata Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Adhe Hariadi di Jakarta, Minggu.

Adhe mengatakan petugas gabungan mulai menyisir kawasan sekitar pukul 05.30 WIB. Total personel yang dikerahkan mencapai 1.816 orang dari Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya, Satres Narkoba Polres Metro Jakarta Utara dan Brimob Polri.

Dalam penggerebekan ini, petugas menggunakan kereta rel listrik (KRL) atau Commuter Line dari Stasiun Tanjung Priok menuju kawasan Kampung Bahari dan Kampung Muara Bahari.

Kereta Commuter Line digunakan petugas sebagai transportasi alternatif karena langsung mengakses jalur Kampung Bahari dan Kampung Muara Bahari yang diduga menjadi tempat peredaran narkoba.

Petugas kemudian turun dari KRL dan mulai menyisir lokasi tersebut. Satu per satu lapak yang menjadi tempat peredaran narkoba di sepanjang rel kereta dan pemukiman penduduk didatangi petugas gabungan.

Namun, para pelaku yang diduga bagian dari komplotan narkoba di Kampung Bahari juga memberikan perlawanan kepada petugas.

Dari hasil penggeledahan itu, polisi menyita sejumlah barang bukti narkoba dan senjata tajam.

Sementara itu, para pelaku yang diduga terlibat dalam peredaran narkoba berhasil ditangkap petugas gabungan. Namun, pihak kepolisian belum merinci jumlah tersangka yang ditangkap.

"Untuk pelaku diamankan Direktorat Narkoba Polda," kata Kombes Adhe.

Baca juga: Polisi tangkap sembilan pria dalam operasi narkoba di Johar Baru

Baca juga: Polres Jakbar ringkus tiga orang saat grebek Kampung Boncos

Baca juga: Polri-BNN temukan sabu-ekstasi saat geledah Lapas Kerobokan

Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Mario Sofia Nasution

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira