Kudus (ANTARA) - Tim bulu tangkis junior asal Polandia dan Amerika Serikat gagal melaju ke semifinal MilkLife Superliga Junior 2026 setelah kalah bersaing dengan klub-klub Asia pada fase grup di Kudus, Jawa Tengah.
Berdasarkan hasil pertandingan fase grup hingga Jumat (6/11), kedua tim tersingkir menjelang semifinal yang dijadwalkan berlangsung Sabtu, di GOR Djarum, Jati, Kudus.
Pada sektor U17 putri, tim Polandia menelan empat kekalahan dari empat pertandingan Grup B melawan Mutiara Cardinal, Pelatprov Jawa Timur, C.Y. Foundation Badminton asal Taiwan, dan Singapore Badminton Academy.
Pelatih kepala tim U17 Polish Badminton Association Szymon Kostka mengakui ketatnya persaingan, terutama menghadapi klub-klub Asia yang memiliki keunggulan dalam kecepatan permainan.
"Saya melihat pemain-pemain Asia, khususnya klub-klub dari Indonesia memiliki kecepatan jauh lebih tinggi dibanding pemain Eropa," kata Kostka.
Menurut dia, pemain Asia juga memiliki pukulan kuat sehingga memberikan pengalaman berharga bagi atlet-atlet muda Polandia untuk meningkatkan kemampuan.
Kostka mengatakan keikutsertaan Polandia untuk kedua kalinya dalam turnamen tersebut menjadi kesempatan bagi para pemainnya untuk menghadapi klub-klub dengan tradisi bulu tangkis yang kuat.
Penilaian serupa disampaikan pebulu tangkis putri U17 Polandia Jasiulewicz Weronika setelah timnya kalah 2-3 dari Singapore Badminton Academy pada pertandingan terakhir fase grup.
"Saya bisa memetik pelajaran bahwa lawan-lawan dari Asia termasuk Indonesia bermain sangat cepat dan minim melakukan kesalahan," ujar Weronika.
Sementara itu, Global Badminton Academy asal Amerika Serikat juga gagal melangkah ke semifinal setelah menelan sejumlah kekalahan pada fase grup.
Pada sektor U17 putri, Global Badminton Academy kalah 0-5 dari Djarum A pada pertandingan terakhir dan menempati posisi terbawah klasemen tanpa kemenangan.
Tim U17 putra Global Badminton Academy juga tersingkir setelah hanya mampu mengumpulkan satu poin sepanjang fase grup.
Kuasai persaingan
Klub-klub Indonesia menunjukkan hasil positif dalam perebutan tiket semifinal MilkLife Superliga Junior 2026.
Pada sektor U17 putri, Djarum A lolos sebagai juara grup setelah menyapu bersih seluruh pertandingan penyisihan.
Pemain Djarum A Rahmadani Kalia optimistis timnya mampu meraih gelar juara setelah kalah dari klub Thailand, Granular, pada final tahun sebelumnya.
"Tahun ini saya melihat persaingan tetap berat, tetapi saya yakin kami memiliki peluang lebih besar untuk membayar kegagalan tahun lalu," kata Kalia.
Sementara itu, PB Jaya Raya Jakarta memastikan tempat di semifinal U17 putra sebagai juara Grup A dengan empat kemenangan dan satu kekalahan.
Pemain PB Jaya Raya Kusuma Alvin Jefferson menilai persaingan tetap ketat karena klub-klub nasional, termasuk Mutiara Cardinal dan Exist Badminton Club, memiliki pemain berkualitas.
"Jadi, saya cukup percaya diri pencapaian PB Jaya Raya tahun ini lebih baik dan targetnya adalah mencapai final, kemudian memaksimalkannya menjadi juara," ujar Alvin.
Baca juga: China debut, persaingan Superliga Junior 2026 makin ketat
Baca juga: Superliga Junior 2026 uji sistem skor 3x15 jelang aturan BWF
Baca juga: PB Djarum targetkan China, Jepang, India ikut Superliga Junior 2026
Pewarta: Zaro Ezza Syachniar
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Zaro Ezza Syachniar
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira