Proses ini yang kami harapkan bisa membangun jiwa pejuang anak-anak nasabah yang potensinya luar biasa untuk melanjutkan proyek usahanya, sehingga salah satunya menciptakan produk olahan pangan yang bermutu

Jakarta (ANTARA) - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) mengembangkan sektor olahan pangan menjadi produk bernilai ekonomi yang berdaya saing produk anak nasabah penerima beasiswa.

Direktur Operasional dan Hubungan Kelembagaan PNM Lalu Dodot Patria Ary S menyatakan, perusahaan berkomitmen untuk terus mendukung keberlanjutan pendidikan anak-anak nasabah, tidak hanya melalui pemberian beasiswa, tetapi juga lewat pengembangan kemampuan wirausaha dan kepemimpinan.

Salah satu upaya yang dilakukan PNM tersebut yakni melalu kegiatan Demo Day Madani Entrepreneurship Academy (MEA) 2026 yang digelar di Malang, Jawa Timur pada Sabtu (24/10) dimana tiga orang pemenang dari 10 finalis mampu mengembangkan produk olahan pangan bernilai ekonomi.

"Di ajang Demo Day para finalis mempresentasikan ide dan perkembangan usahanya secara langsung di hadapan para mentor," ujar Dodot dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Ide bisnis yang ditampilkan oleh finalis sangat beragam, mulai dari sektor olahan pangan hingga produk kreatif yang bernilai ekonomis tinggi. Sejumlah peserta bahkan memanfaatkan bahan sisa untuk diolah kembali, seperti pembuatan teh dari kulit kopi, pot tanaman dari botol bekas, serta tas tumbler yang terbuat dari kain jeans dan kain perca bekas.

Sebelumnya sebanyak 50 peserta telah dibekali pendampingan secara daring selama empat pekan, kemudian terpilih 10 finalis yang merupakan anak-anak nasabah PNM Mekaar dari berbagai daerah, seperti Semarang, Surabaya, Ambon, Bangka Belitung, Bekasi, Magelang, Cirebon, Probolinggo, Medan, dan Yogyakarta.

Pada tahap lanjutan, mereka dilatih untuk menyusun Business Model Canvas, membuat prototipe, merancang identitas merek, hingga menghitung harga jual produk.

Pemberian pengalaman kompetisi di tingkat nasional ini diharapkan mampu membangun rasa percaya diri yang kuat bagi anak-anak nasabah.

Menurut Dodot, dalam membangun sebuah usaha, yang dinilai bukan hanya hasil akhirnya, tetapi juga bagaimana seseorang mampu mengembangkan ide, memahami kebutuhan pasar, menyusun model bisnis, memperbaiki produk, dan mengambil keputusan berdasarkan proses yang dijalani.

"Proses ini yang kami harapkan bisa membangun jiwa pejuang anak-anak nasabah yang potensinya luar biasa untuk melanjutkan proyek usahanya, sehingga salah satunya menciptakan produk olahan pangan yang bermutu,” ujarnya.

Menurut dia, sebuah usaha yang baik harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat, memiliki proses pengelolaan yang jelas, serta sanggup beradaptasi terhadap berbagai perubahan zaman.

"Setelah Demo Day ini selesai, perkembangan usaha para peserta akan terus dipantau sebagai bagian dari monitoring program secara berkala," katanya.

PNM berharap pelaksanaan MEA 2026 mampu melahirkan unit usaha yang semakin kuat, adaptif, serta memberikan manfaat nyata di lingkungan sekitar mereka.

Produk olahan pangan yang berhasil diciptakan peserta sangat beragam sementara itu juara 1 diraih Kayla Aprilia, anak dari nasabah PNM Bangka Belitung, melalui produk Skay Soufflecake.

Posisi juara 2 Kesya Deswita Sari, anak dari nasabah PNM Magelang, dengan produk Cascara Tea, sedangkan juara 3 Talitha Maritza Rafa Hendrian, anak dari nasabah PNM Cirebon, melalui produk Moringo Bomboloni.

Keberhasilan ini menunjukkan potensi besar dari generasi muda di lingkungan nasabah PNM.

Mentor MEA 2026 Puji Subekti mengatakan melalui program ini membuktikan anak-anak dari keluarga prasejahtera mampu merintis usaha apabila mendapatkan kesempatan yang tepat.

"Melihat anak-anak nasabah PNM mendapatkan beasiswa, berani bermimpi, dan mulai merintis bisnis mengajarkan saya bahwa kesempatan yang tepat dapat melahirkan masa depan yang hebat. Semoga semakin banyak anak muda yang tumbuh menjadi wirausaha mandiri dan membawa kebermanfaatan," ujarnya.

Baca juga: Baznas-PNM fasilitasi program pemberdayaan ekonomi untuk para lansia

Baca juga: PNM bersama PPI buka peluang ekspansi pasar produk nasabah Mekaar

Pewarta: Subagyo
Editor: Ahmad Buchori
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Subagyo

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira