Jakarta (ANTARA) - Kementerian Keuangan menyatakan siap memperkuat dukungan terhadap industri seiring dengan ekspansi Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang meningkat ke level 54,0 dari 52,4 pada September 2026, mencapai level tertinggi sejak Maret 2024.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal (DJSEF) Kemenkeu Hidayat Amir dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu, mengatakan ekspansi aktivitas manufaktur itu memperkuat optimisme terhadap kinerja perekonomian di tengah ketidakpastian.

Penguatan itu ditopang pertumbuhan permintaan baru yang tercepat sejak Oktober 2021 disertai peningkatan permintaan ekspor. Perkembangan tersebut mendorong akselerasi produksi dan pembelian bahan baku, sekaligus memperkuat prospek industri pada triwulan IV 2026.

Ekspansi manufaktur yang juga terjadi di sejumlah mitra dagang juga dinilai menjadi sinyal positif bagi prospek permintaan ekspor dari Indonesia.

Baca juga: Ekonom: Peningkatan PMI bukti daya saing industri Indonesia menguat

Di ASEAN, PMI Thailand ekspansif hingga 54,8; Vietnam (52,3); dan Malaysia (51,0). Kondisi serupa tercatat di India dan Taiwan (54,9), serta Jepang (53,3).

Di kelompok advanced economies, PMI Manufaktur Amerika Serikat (56,0) dan Jerman (54,2). Kawasan Euro tetap berada di zona ekspansi (52,4), meski Prancis kembali mengalami kontraksi (49,3).

Sejalan dengan itu, neraca perdagangan Indonesia pada September 2026 kembali mencatatkan surplus sebesar 3,36 miliar dolar AS.

Nilai ekspor mencapai 27,59 miliar dolar AS atau tumbuh 11,87 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), terutama ditopang oleh ekspor nonmigas yang meningkat 12,39 persen menjadi 26,64 miliar dolar AS.

Baca juga: Menperin: Kenaikan PMI indikator perkembangan positif industri RI

Adapun impor mencapai 24,24 miliar dolar AS, tumbuh 18,41 persen secara tahunan, terutama didorong oleh peningkatan impor bahan baku penolong.

Namun, kata Hidayat, dinamika ekonomi global dan geopolitik yang masih berlangsung perlu diwaspadai dan diantisipasi melalui penguatan fundamental ekonomi domestik dan daya saing produk nasional.

“Pemerintah terus memberikan dukungan dengan menjaga kesinambungan permintaan domestik, memperkuat daya saing industri, serta menciptakan iklim investasi yang kondusif. Dengan dukungan tersebut, konsistensi ekspansi produksi diharapkan terus berlanjut dan semakin mendorong penyerapan tenaga kerja untuk kesejahteraan masyarakat,” ujar dia.

Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Imamatul Silfia

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira