Roma (ANTARA) - Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni pada Jumat (6/11) menegaskan bahwa investasi di bidang pertahanan dan keamanan bukan sekadar soal persenjataan, melainkan juga tentang melindungi kehidupan sehari-hari masyarakat.
Pernyataan itu disampaikan Meloni di tengah kekhawatiran menyusul serangkaian serangan siber yang terjadi baru-baru ini di seluruh Eropa.
Berbicara di Fieracavalli, acara pameran kuda internasional di Verona, Meloni mengatakan bahwa penyelidik sedang menangani kasus-kasus tersebut, sebagaimana dilaporkan surat kabar Italia Corriere della Sera.
Meloni mengatakan masih belum jelas apakah serangan siber terhadap fasilitas penyimpanan plasma darah di Prancis, ancaman bom palsu yang melibatkan pesawat, serta serangan yang menargetkan pasokan pangan saling berkaitan.
Namun, menurut dia, seluruh insiden tersebut menunjukkan adanya satu kekhawatiran yang sama, yakni bahwa infrastruktur sipil, termasuk sektor pangan, rumah sakit, sistem layanan kesehatan, dan sarana transportasi, telah menjadi sasaran serangan.
PM Italia itu pun menegaskan bahwa dalam situasi saat ini, belanja pertahanan dan keamanan tidak seharusnya dipandang semata-mata sebagai pengeluaran untuk membeli senjata, melainkan sebagai investasi untuk melindungi kehidupan sehari-hari masyarakat.
Dia menyebut sebuah insiden ketika peretas berupaya mengubah pengaturan suhu lemari pendingin yang digunakan untuk menyimpan darah bagi keperluan transfusi.
Menurut Meloni, persediaan darah tersebut pada akhirnya tetap aman berkat sistem keamanan yang memerlukan investasi finansial.
Meloni menyebut argumen yang menyatakan bahwa sumber daya yang dialokasikan untuk pertahanan dan keamanan dialihkan dari layanan kesehatan atau rumah sakit sebagai "tidak masuk akal."
Sebelumnya pada Jumat, kantor berita Italia ANSA melaporkan bahwa sebuah penerbangan Wizz Air dari Praha menuju Roma menerima ancaman bom.
Pesawat yang dijadwalkan mendarat di Roma tersebut kemudian dialihkan ke Venesia.
Polisi setelah itu menyelesaikan pemeriksaan keamanan dan tidak menemukan bahan peledak apa pun di dalam pesawat.
Pewarta: Xinhua
Editor: Yuni Arisandy Sinaga
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Xinhua
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira