Tahun ini PLN merencanakan sekitar 2,4 juta ton bahan bakar batu bara digantikan dengan biomassa. Artinya, kita sudah mengurangi emisi sebesar 2,4 juta ton CO2.
Serang, Banten (ANTARA) - PLN Group melalui anak usahanya, PT PLN Indonesia Power bersama Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), meluncurkan program pemanfaatan biomassa sebagai campuran bahan bakar pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbasis partisipasi masyarakat desa.
"Kami berterima kasih sekali mendapatkan dukungan dari Menteri Desa Yandri Susanto mengenai peluncuran biomassa untuk pembangkit PLN. Ini bagian dari program PLN untuk melibatkan partisipasi masyarakat dalam mengolah limbah," kata Direktur Utama PLN Energi Primer Indonesia (EPI) Rakhmad Dewanto kepada awak media di Serang, Banten, Sabtu.
Dia mengatakan, melalui peluncuran program ini merupakan langkah strategis untuk menekan emisi, sekaligus menggerakkan roda perekonomian warga desa yang nantinya akan memanfaatkan biomassa di sekitar instalasi pembangkit.
Pasalnya, kata dia lagi, dari berbagai jenis limbah pertanian yang ada di desa seperti sekam padi, jerami, tongkol jagung, hingga cangkang sawit akan diolah menjadi biomassa untuk dicampurkan dengan batu bara (co-firing).
Ia juga menyebut, lewat mekanisme tersebut, PLN memproyeksikan substitusi bahan bakar fosil yang signifikan dalam upaya mendukung transisi energi hijau di Tanah Air.
"Tahun ini PLN merencanakan sekitar 2,4 juta ton bahan bakar batu bara digantikan dengan biomassa. Artinya, kita sudah mengurangi emisi sebesar 2,4 juta ton CO2," ujarnya.
Dewanto menyebut, pengolahan limbah menjadi biomassa juga ditujukan untuk memberikan nilai tambah ekonomi langsung kepada masyarakat pedesaan selaku penyedia bahan baku.
Sebagai bentuk komitmen perusahaannya pada program pemanfaatan biomassa ini akan dijalankan secara bertahap dan PLN akan menargetkan pengembangan di tiga lokasi pada tahun pertama, dilanjutkan enam lokasi pada tahun berikutnya, serta sepuluh lokasi pada tahap selanjutnya sesuai arahan Kementerian Desa.
"Insya Allah kita yakin kolaborasi PLN bersama masyarakat sekitar ini tidak hanya meningkatkan perekonomian warga dan mengurangi emisi, tetapi juga mendorong kemandirian energi nasional sesuai kebijakan Presiden Prabowo Subianto," kata dia.
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menambahkan bahwa pihaknya secara tegas mendukung realisasi program pemanfaatan limbah pertanian dan industri sebagai biomassa pembangkit listrik.
Menurutnya, langkah ini menjadi wujud nyata keberpihakan pemerintah dalam mendorong pemerataan ekonomi dari tingkat desa.
Ia juga mengapresiasi, langkah PLN yang menyerap pasokan biomassa dari kawasan pedesaan sejalan dengan Astacita keenam Presiden Prabowo Subianto, yakni membangun Indonesia dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi serta pengentasan kemiskinan.
"Selama ini PLN menerima pasokan dari perusahaan swasta maupun BUMN untuk batu bara dan lain-lain. Hadirnya biomassa yang sumbernya dari desa ini menjadi bentuk keberpihakan negara untuk memastikan ada instrumen yang sampai ke desa sebagai sumber ekonomi baru," ujarnya lagi.
Dia menyatakan, kepastian penyerapan bahan baku tersebut dinilai bakal memicu efek domino positif bagi masyarakat pedesaan, mulai dari pembukaan lapangan kerja baru hingga peningkatan pendapatan warga.
"Di situ artinya ada kegiatan ekonomi, ada yang bekerja, ada yang mendapatkan uang, serta lingkungan menjadi lebih bersih. Intinya efek dominonya banyak," kata Yandri.
Baca juga: Babak Baru Tambang Indonesia, Bahlil Benahi Produksi hingga Percepat Hilirisasi Mineral
Baca juga: Pakar berharap pengembangan panas bumi terus dioptimalkan
Pewarta: Azmi Syamsul Ma'arif
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Azmi Syamsul Ma'arif
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira