PLTU Rembang menjadi salah satu PLTU dengan penerimaan terbanyak pada 2025

Jakarta (ANTARA) - Direktur Biomassa PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) Hokkop Situngkir mengatakan pencampuran bahan bakar (cofiring) di PLTU Rembang, Jawa Tengah, dapat menjadi contoh bagi PLTU lainnya.

"PLTU Rembang menjadi salah satu PLTU dengan penerimaan terbanyak pada 2025. Saya sangat senang dengan penerimaan dan inovasi yang dilakukan," ujarnya saat melakukan kunjungan ke PLTU tersebut, sebagaimana dikutip dari keterangannya di Jakarta, Selasa.

Ia menerangkan PLTU Rembang memiliki inovasi yang patut ditiru dan diterapkan di PLTU lainnya.

Menurut dia, di PLTU Rembang terdapat dua zona dan dua akses untuk menerima dan menyimpan biomassa.

Dengan sistem ini, ketika zona pertama telah penuh, penerimaan biomassa dapat dialihkan ke zona kedua.

Pengaturan tersebut memungkinkan proses penerimaan dan penyimpanan biomassa tetap berjalan tanpa mengganggu aktivitas di zona lainnya.

Dengan demikian, ucap Hokkop, proses pencampuran biomassa dan batu bara bisa lebih optimal.

Selain itu, karena terdapat dua pintu akses, pembongkaran pun lebih lancar, memudahkan penataan, sehingga kondisi kerja lebih aman.

Kedua akses masuk itu memiliki kapasitas penampungan masing-masing 13 ribu ton biomassa.

"Cofiring di PLTU Rembang saat ini sekitar 5 persen hingga 10 persen," lanjut Hokkop, dalam kunjungannya yang diterima Senior Manager PLN Nusantara Power UP Rembang Jayadi beserta jajaran.

Hokkop juga mengatakan penerimaan biomassa di PLTU tersebut selalu naik dari tahun ke tahun.

Di 2023, sebutnya, penerimaan biomassa di PLTU Rembang tercatat 76 ribu ton.

Angka tersebut naik signifikan pada 2024 menjadi 118 ribu ton.

Sedangkan, pada tahun lalu, penerimaan biomassa di PLTU Rembang sebesar 185 ribu ton.

"Saya mengapresiasi pelaksanaan cofiring biomassa di PLTU Rembang. Target cofiring dan MWh green PLTU Rembang selalu tercapai. Saya berharap, target cofiring bisa tercapai sehingga mendukung program pengurangan emisi," sebutnya.

Hokkop juga melakukan kunjungan ke PLTU Tanjung Awar-awar, Tuban, Jatim, yang diterima Senior Manager Nusantara Power UP Tanjung Awar-awar Tri Wahyudi.

Pada kesempatan itu, Hokkop mengapresiasi digitalisasi di PLTU tersebut.

Menurut dia, pemantauan cofiring secara digital akan sangat membantu kesuksesan program pengurangan emisi karbon tersebut.

Hokkop mengatakan penerimaan biomassa di PLTU Tanjung Awar-awar turut mendukung pelaksanaan program cofiring biomassa PLTU PLN.

Baca juga: PLN EPI amankan pasokan LNG dari WK Masela untuk 18 tahun

Baca juga: PLN EPI dorong penguatan ekosistem biomassa, percepat transisi energi

Pewarta: Kelik Dewanto
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Kelik Dewanto

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira