Saat awal kita tentu punya target bagaimana yang rusun ketika sebelumnya 5 tahun itu tidak sampai 200 unit, kita mau dorong supaya ke depan itu akan meningkat. Saya diberikan tanggung jawab oleh Bapak Menteri PKP dan ini menjadi target saya untuk bis

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) berencana menargetkan penyaluran KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk 40 ribu rumah susun atau rusun subsidi baru.

"Saat awal kita tentu punya target bagaimana yang rusun ketika sebelumnya 5 tahun itu tidak sampai 200 unit, kita mau dorong supaya ke depan itu akan meningkat. Saya diberikan tanggung jawab oleh Bapak Menteri PKP dan ini menjadi target saya untuk bisa ada 40.000 unit," ujar Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP Sri Haryati di Jakarta, Senin.

Menurut Sri, terdapat 40 ribu unit rusun yang akan dibangun pada tahun ini antara lain rusun subsidi di Meikarta, hunian transit oriented development (TOD) Manggarai dan rusun Alonia Kemayoran.

"Terkait Meikarta kita terus berproses. Kita juga sedang siapkan instruksi presiden (Inpres) untuk percepatan sedang dilaksanakan agar program ini bisa dijalankan secara lengkap, secara aman," katanya.

Kemudian terkait dengan rusun di Alonia, Kemayoran direncanakan akan dibangun dengan target 609 unit dan pembangunan fisiknya ditargetkan akan dimulai pada awal Januari 2027.

"Jadi memang konsepnya di sini menggunakan turnkey project gitu dari Perumnas kemudian akan membangun bersama kontraktor yang kemudian dikerjasamakan," kata Sri.

Ia juga menyampaikan bahwa di Tangerang juga akan ada lebih dari 1.200 unit rusun yang nantinya juga akan menggunakan skema rusun masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) mengungkapkan, penyediaan perumahan di kawasan perkotaan diarahkan melalui pembangunan hunian vertikal.

Ia mengatakan, permasalahan penyediaan perumahan terutama di kawasan perkotaan dihadapkan dengan keterbatasan lahan untuk pembangunan rumah.

Maruarar atau disapa Ara menyampaikan, hal tersebut merupakan arahan Presiden Prabowo supaya tanah-tanah, lahan-lahan itu tidak terlalu banyak terpakai untuk perumahan jadinya diarahkan ke hunian vertikal.

Ia juga berharap hunian berkonsep Transit-Oriented Development seperti hunian TOD di Manggarai, Jakarta, dapat hadir di tempat-tempat lainnya.

Baca juga: PKP catat realisasi KUR perumahan per 31 Oktober capai Rp29,1 triliun

Baca juga: Kementerian PKP: Huntap pascabencana Sumatera dalam proses pengerjaan

Pewarta: Suharsana Aji Sasra J C
Editor: Ahmad Buchori
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Suharsana Aji Sasra J C

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira