PGN terus mengoptimalkan pemanfaatan gas bumi sebagai energi transisi melalui penguatan infrastruktur dan perluasan layanan kepada berbagai sektor
Jakarta (ANTARA) - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) memperkuat bisnis dan operasional gas bumi melalui pengembangan infrastruktur, perluasan layanan, serta pengembangan energi rendah karbon untuk mendukung transisi energi nasional.
Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman mengatakan, penguatan bisnis tersebut berjalan beriringan dengan peningkatan efisiensi operasional dan pengurangan emisi sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk menjaga keberlanjutan usaha.
“PGN terus mengoptimalkan pemanfaatan gas bumi sebagai energi transisi melalui penguatan infrastruktur dan perluasan layanan kepada berbagai sektor,” kata Fajriyah dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa.
Ia menjelaskan, PGN terus mengoptimalkan infrastruktur gas bumi terintegrasi yang mencakup jaringan pipa transmisi dan distribusi serta penyaluran nonpipa melalui gas alam terkompresi (CNG) dan gas alam cair (LNG).
Infrastruktur tersebut mendukung pemenuhan kebutuhan energi bagi sektor industri, komersial, rumah tangga, dan pembangkit listrik, sekaligus memperluas akses pemanfaatan gas bumi di dalam negeri.
Sebagai Subholding Gas Pertamina, PGN mengelola jaringan pipa gas bumi sepanjang lebih dari 33.000 kilometer dan melayani lebih dari 820.000 pelanggan dari berbagai segmen, mulai dari rumah tangga, usaha kecil dan menengah, hingga industri dan pembangkit listrik.
Sejalan dengan penguatan bisnis gas bumi, PGN mengembangkan peluang pemanfaatan energi rendah karbon, antara lain biometana yang berasal dari limbah cair pabrik kelapa sawit atau Palm Oil Mill Effluent (POME).
PGN mendukung pengembangan proyek biometana di Sumatera Selatan bersama PT Toyota Tsusho Indonesia dan PT KIS Biofuels Indonesia, dengan target kapasitas produksi sekitar 150.000 MMBTU per tahun.
Proyek tersebut ditargetkan mulai menyalurkan biometana pada 2027. Dalam kerja sama itu, PGN berperan sebagai pembeli utama sekaligus penyedia infrastruktur penyaluran biometana kepada pelanggan industri.
Selain biometana, PGN menjajaki pengembangan teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon (carbon capture and storage/CCS) yang berpotensi mendukung rantai pasok amonia rendah karbon.
Pengembangan tersebut dilakukan melalui studi yang mempertimbangkan kesiapan teknologi, aspek teknis, kelayakan ekonomi, dan kebutuhan pasar sebelum memasuki tahap penerapan komersial.
“Di saat yang sama, kami juga mengembangkan berbagai inisiatif dekarbonisasi sebagai bagian dari upaya mendukung keberlanjutan bisnis dan transisi energi nasional,” ujar Fajriyah.
Dari sisi operasional, hingga Agustus 2026, Subholding Gas Pertamina mencatat realisasi penurunan emisi sebesar 29.574,87 ton karbon dioksida ekuivalen (tCO2eq), atau 35,3 persen di atas target yang ditetapkan untuk periode tersebut.
Capaian itu didukung berbagai inisiatif dekarbonisasi, termasuk peningkatan efisiensi energi pada fasilitas operasional, pengurangan kehilangan gas, serta optimalisasi penggunaan energi yang lebih rendah emisi.
Secara kumulatif, penurunan emisi Subholding Gas sejak 2025 hingga Agustus 2026 telah melampaui 68.500 tCO2eq atau sekitar 15,7 persen dari target kumulatif dekarbonisasi perusahaan hingga 2034.
PGN menjadikan capaian tersebut sebagai landasan untuk melanjutkan penguatan program dekarbonisasi pada periode 2027–2030, seiring pengembangan peluang bisnis energi rendah karbon secara bertahap.
Pada akhir Oktober 2026, PGN juga menandatangani tujuh kesepakatan komersial dengan sejumlah pemasok gas bumi domestik untuk memperkuat portofolio pasokan gas pipa dan LNG guna menjaga keberlanjutan layanan kepada pelanggan.
Atas upaya pengembangan bisnis dan dekarbonisasi tersebut, PGN memperoleh penghargaan dalam kategori transisi gas bumi dan pengurangan emisi karbon pada ajang Industry Award 2026.
Menurut perusahaan, penghargaan tersebut mempertimbangkan kinerja bisnis dan infrastruktur gas bumi, peran gas sebagai energi transisi, serta inisiatif pengurangan emisi dan inovasi dekarbonisasi.
“Melalui koordinasi dengan pemerintah, sinergi bersama Pertamina Group, dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, PGN akan terus memperkuat layanan gas bumi sekaligus mengembangkan peluang bisnis energi rendah karbon secara bertahap dan sesuai kebutuhan pasar,” ucap Fajriyah.
Baca juga: PGN Solution dan Direktorat Metrologi perkuat akurasi alat ukur gas
Baca juga: PGN tanda tangani tujuh kesepakatan strategis di Forek Hulu Migas 2026
Pewarta: Aria Ananda
Editor: Ahmad Buchori
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Aria Ananda
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira