Jakarta (ANTARA) - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) mencatatkan rekor produksi energi tertinggi sepanjang sejarah (all-time high) sebesar 4.114 gigawatt hour (GWh), meningkat 9,86 persen secara year-on-year (YoY).

“Di tahun ini, sampai September 2026, kami membukukan, memproduksikan all-time high sebesar 4.113 GWh,” ujar Direktur Utama PGE Ahmad Yani dalam Media Briefing Laporan Keuangan Kuartal III-2026 PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. yang digelar di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, capaian tersebut merupakan bukti ketangguhan fundamental PGE di tengah kondisi pasar modal Indonesia yang sedang terkoreksi.

Yani merujuk pada hasil koreksi MSCI yang menyatakan pasar modal Indonesia akan terkoreksi dari emerging market menjadi standalone market. Selain itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga terkoreksi dari 8.647 pada 31 Desember 2025 menjadi 4.919 pada 4 November 2026.

“Inilah kondisi pasar di Indonesia. Tetapi, kondisi ini tidak memberikan dampak kepada fundamental PGE, ya,” ucap Yani.

Yani memaparkan keandalan operasional PGE tercermin dari Availability Factor sebesar 98,51 persen, serta Forced Outage Rate yang rendah pada 0,21 persen.

Dari sisi keuangan, PGE membukukan pendapatan 352,20 juta dolar AS, meningkat 10,46 persen YoY, dengan laba bersih tumbuh 21,45 persen YoY menjadi 126,62 juta dolar AS.

EBITDA PGE turut meningkat 15,58 persen menjadi 287,77 juta dolar AS, sementara kas dan setara kas mencapai 713,68 juta dolar AS.

PGE juga mencatatkan penurunan total liabilitas sebesar 3,37 persen menjadi 955,55 juta dolar AS.

“Inilah bentuk nyata bahwasanya kondisi pasar yang tidak menentu tidak berdampak kepada performance PGE ya. Performance PGE tetap positif, terus tumbuh,” ujar Yani.

Baca juga: Bandung alokasikan Rp40 miliar bonus produksi panas bumi untuk 56 desa

Baca juga: PGE siapkan strategi pendanaan masif demi target geotermal 1,8 GW

Baca juga: PGE bidik pengembangan "green data center" panas bumi pertama di dunia

Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Putu Indah Savitri

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira