Jakarta (ANTARA) - Manajemen Persija Jakarta membantah informasi yang menyebutkan telah menunggak gaji pemainnya seperti yang disampaikan oleh pihak Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia.

"Persija perlu memberikan penjelasan bahwa kewajiban yang dimaksud dalam laporan (APPI) tersebut bukan merupakan tunggakan gaji pemain, melainkan bonus penampilan salah satu pemain," demikian pernyataan resmi Persija Jakarta di Jakarta, Jumat.

Persija menyampaikan hal itu berkaitan dengan informasi yang dirilis APPI tertanggal 6 November 2026 terkait daftar klub yang tersandung tunggakan gaji pemain.

Manajemen Macan Kemayoran memastikan bahwa seluruh kewajiban yang tercatat dalam laporan tersebut telah diselesaikan pada hari yang sama.

Baca juga: Witan Sulaeman percaya diri Persija akan kembali ke jalur kemenangan

Dengan demikian, tidak ada lagi kewajiban sebagaimana dimaksud dalam laporan tersebut yang belum dituntaskan oleh Persija.

Persija enghargai perhatian APPI terhadap pemenuhan hak-hak pesepakbola profesional dan akan terus berupaya menjaga komitmen serta tanggung jawab klub dalam setiap aspek pengelolaannya.

Klub Super League itu memastikan senantiasa menempatkan pemenuhan hak pemain sebagai salah satu prioritas utama dalam pengelolaan klub.

"Komitmen tersebut menjadi bagian penting dari tanggung jawab manajemen dalam membangun lingkungan sepak bola profesional yang sehat," demikian Persija.

Baca juga: Shin Tae-yong ingin Persija tak lengah saat jamu Persebaya

Pewarta: Aloysius Lewokeda
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Aloysius Lewokeda

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira