PBB (ANTARA) - Perseteruan di Yaman memaksa orang-orang mengungsi dari rumah mereka, sementara kelangkaan pasokan membebani layanan kesehatan di Provinsi Taiz, demikian disampaikan badan-badan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Jumat (23/10).
Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengatakan lebih dari 256.000 orang telah mengungsi sejak awal Agustus, ketika babak baru perseteruan pecah.
Komisariat Tinggi PBB Urusan Pengungsi (UNHCR) mengatakan tempat tinggal merupakan kebutuhan paling mendesak di antara keluarga yang baru mengungsi, diikuti oleh bantuan makanan dan uang tunai. Di lima provinsi di Yaman, lebih dari 2.000 keluarga pengungsi tidak memiliki tempat tinggal.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa kelangkaan bahan bakar, oksigen, obat-obatan, dan perlengkapan medis di Provinsi Taiz mengancam layanan kesehatan penyelamat jiwa. Di Kota Taiz saja, sebanyak 42 fasilitas kesehatan melaporkan kelangkaan akut, yang membahayakan operasi darurat, dialisis, perawatan intensif, serta layanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir.
WHO mengatakan obat-obatan darurat telah tiba di Rumah Sakit Al-Thawra, sebuah rumah sakit besar di Kota Taiz, sementara pasokan medis tambahan masih berada di Aden, menunggu pengiriman ke daerah-daerah yang terdampak konflik segera setelah akses memungkinkan.
OCHA mengatakan bahwa meskipun ada pembatasan akses yang ketat, mitra-mitra kemanusiaan berupaya menjaga agar layanan esensial tetap berjalan. Sejak Agustus, mereka telah menjangkau lebih dari 188.000 pengungsi, atau tiga dari lima rumah tangga pengungsi, dengan makanan, perlengkapan kebersihan, dan uang tunai darurat.
OCHA mengatakan bahwa akses kemanusiaan yang aman, berkelanjutan, dan tanpa hambatan sangat dibutuhkan agar pasokan esensial dan bantuan penyelamat jiwa dapat menjangkau orang-orang yang membutuhkan.
Pewarta: Xinhua
Editor: Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Xinhua
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira