Melalui LEMBU BERSERI, kami mendorong masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga ekosistem laut, sekaligus mengembangkan potensi wilayahnya.
Jakarta (ANTARA) - PT Pertamina Patra Niaga merintis pengembangan wisata bawah laut berbasis konservasi di Teluk Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), melalui penempatan 100 modul transplantasi terumbu karang bersama kelompok masyarakat pesisir.
Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) yang menggabungkan pelestarian ekosistem laut dengan pemberdayaan masyarakat.
"Melalui LEMBU BERSERI, kami mendorong masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga ekosistem laut, sekaligus mengembangkan potensi wilayahnya," kata Ahad dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat.
Perseroan menjelaskan, Program Eduwisata LEMBU BERSERI (Lestarikan Terumbu untuk Berdaya, Sejahtera, dan Mandiri) dilaksanakan melalui Integrated Terminal (IT) Tenau dengan melibatkan Kelompok Anana Laut sebagai mitra konservasi di Teluk Kupang.
Dalam pelaksanaannya, Pertamina menggunakan teknologi Modular Artificial Coral Reef (M-CAR), yakni media transplantasi karang berbahan beton dengan desain modular yang disesuaikan dengan karakteristik perairan setempat.
Sebanyak 100 unit M-CAR telah ditempatkan di kawasan rehabilitasi dengan konfigurasi melingkar untuk menjadi media tumbuh karang, sekaligus mendukung rencana pengembangan wisata bawah laut.
Desain tersebut disesuaikan dengan kondisi perairan Teluk Kupang yang memiliki arus bawah laut cukup kuat, sehingga diperlukan media transplantasi yang sesuai dengan karakteristik lingkungan setempat.
Selain mendukung rehabilitasi terumbu karang, kawasan tersebut direncanakan menjadi destinasi wisata bahari untuk kegiatan snorkeling, menyelam, dan edukasi konservasi laut.
Ahad mengatakan pengembangan kawasan wisata berbasis konservasi diharapkan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pesisir tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan.
"Kami percaya lingkungan yang lestari dapat menjadi modal bagi tumbuhnya peluang ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
Kelompok Anana Laut turut dilibatkan dalam kegiatan transplantasi karang, sekaligus memperoleh pengalaman dan peningkatan keterampilan dalam menjaga ekosistem laut.
Ketua Kelompok Anana Laut Joel Bolang mengatakan pendampingan tersebut memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengembangkan kegiatan konservasi yang berpotensi menjadi sumber penghidupan tambahan.
"Melalui program ini, kami mendapatkan pengalaman dan sarana baru untuk merehabilitasi terumbu karang," ujar Joel.
Menurut dia, pengembangan wisata bawah laut berbasis masyarakat dapat menjadi kesempatan bagi warga untuk terlibat dalam kegiatan ekonomi, sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir.
"Harapan kami, kawasan ini nantinya dapat menjadi destinasi wisata bawah air yang dikelola masyarakat. Dengan begitu, laut tetap terjaga dan masyarakat juga memperoleh manfaat ekonomi," katanya pula.
Peluang usaha yang dapat dikembangkan mencakup jasa pemanduan wisata, penyewaan perlengkapan snorkeling dan menyelam, serta penyelenggaraan kegiatan edukasi konservasi laut.
Potensi tersebut masih dalam tahap pengembangan, sehingga manfaat ekonomi yang diharapkan belum dinyatakan sebagai pendapatan yang telah terealisasi bagi masyarakat.
Dari sisi pariwisata, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kunjungan wisatawan mancanegara ke NTT pada September 2026 mencapai 28.321 kunjungan, meningkat 38,77 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pada bulan yang sama, jumlah perjalanan wisatawan nusantara menuju NTT tercatat sebanyak 909.201 perjalanan, meningkat 1,39 persen secara tahunan.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebelumnya menempatkan NTT sebagai salah satu dari empat wilayah prioritas rehabilitasi terumbu karang bersama Kepulauan Riau, Sulawesi Selatan, serta Maluku dan kawasan Kepala Burung.
Program rehabilitasi tersebut diarahkan untuk mendukung perlindungan keanekaragaman hayati laut melalui pemulihan dan pelestarian ekosistem pesisir.
Melalui kolaborasi dengan Kelompok Anana Laut, Pertamina Patra Niaga berharap rehabilitasi terumbu karang di Teluk Kupang dapat mendukung pengembangan wisata bahari, sekaligus memperluas peluang usaha masyarakat secara berkelanjutan.
Baca juga: 5 destinasi akuarium di Jakarta untuk liburan sekolah dan akhir tahun
Baca juga: Pertamina kembangkan wisata bawah laut di Teluk Kupang
Pewarta: Aria Ananda
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Aria Ananda
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira