Kami juga akan memetakan beberapa SPBU yang rawan antrean, dan kami juga sudah mengeluarkan himbauan ya untuk larangan pembelian secara berulang
Yogyakarta (ANTARA) - Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Tengah (Jateng) dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melarang pembelian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite secara berulang di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) untuk dijual kembali kepada konsumen.
Area Manager Communication, Relation dan CSR Pertamina Patra Niaga Jateng DIY Taufiq Kurniawan di Yogyakarta, Kamis, mengatakan akhir-akhir ini di SPBU-SPBU telah terjadi antrean pembelian Pertalite dikarenakan ada migrasi dari Pertamax ke BBM bersubsidi tersebut.
"Kami juga akan memetakan beberapa SPBU yang rawan antrean, dan kami juga sudah mengeluarkan himbauan ya untuk larangan pembelian secara berulang," kata Taufiq.
Menurut dia larangan pembelian khususnya Pertalite berulang baik dengan jerigen maupun dengan kendaraan bermotor yang kapasitas tangki besar, agar tidak terjadi gejolak di masyarakat saat ini.
"Karena kasihan posisinya sudah panas-panas seperti ini, konsumen itu ngantre dengan yang melakukan pembelian berulang untuk dijual kembali," katanya.
Dia juga mengatakan untuk di beberapa SPBU yang antrean sudah terlalu panjang, akan dilakukan langkah-langkah tertentu dan harapannya juga mendapat dukungan dari pemerintah daerah untuk bisa memberikan kenyamanan konsumen.
"Nah, itu kita petakan SPBU dan nanti akan kita ambil langkah-langkah tertentu apabila memang antrean itu mengular bersama dengan pemerintah daerah tentunya kita terus berkoordinasi dan terus melaporkan updatenya," katanya.
Menurut dia saat ini telah terjadi peningkatan konsumsi Pertalite sebesar tujuh persen, sehingga dalam kondisi tersebut mau tidak mau antrean kendaraan di SPBU bertambah karena peningkatan permintaan.
Meski demikian, kata dia, Pertamina menjamin stok tetap aman, bahkan untuk Pertalite stoknya tujuh kali lipat dari konsumsi normal, solar 14 kali lipat konsumsi normal, terlebih Pertamax stok 19 kali lipat dari konsumsi normal, dan Pertamax Turbo 34 kali konsumsi normal.
"Angka tersebut mencerminkan bahwa stok ini aman, meskipun ada antrean. Masyarakat tidak perlu khawatir, tetap membeli sesuai kebutuhan karena barangnya pasti ada, dijamin sesuai dengan konsumsi yang dilakukan sehari-hari oleh masyarakat," katanya.
Baca juga: Menkeu: Harga BBM masih bisa ditahan hingga akhir tahun
Baca juga: Dirut Pertamina Patra Niaga pastikan kualitas BBM di Yogyakarta
Pewarta: Hery Sidik
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Hery Sidik
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira